Rabu, 21 Maret 2012

Ali Tranghanda: Pengembang Tak Perlu Resah DP KPR 30%

Ali Tranghanda Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Kebijakan berlaku hanya untuk bangunan properti di atas 70 meter persegi. Bank Indonesia menerbitkan aturan besaran loan to value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) maksimal sebesar 70 persen. Artinya, bank hanya boleh memberikan pinjaman sebesar 70 persen dari nilai objek, sedangkan sisanya harus dipenuhi konsumen. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, para pengembang tidak...

Bali: Janjikan imbal hasil besar, Kondotel kian menawan

Mengiringi indahnya bisnis wisata, bisnis properti di Pulau Dewata Bali kian sumringah. Salah satu bisnis properti yang naik daun di Bali adalah kondominium hotel atau kondotel. Bisnis yang menjanjikan yield atau keuntungan investasi ini bagi investornya ini makin menarik minat pengembang. Salah satunya PT Budi Mulia Prima Realty. Salah satu perusahaan milik Group Brasali ini tak mau ketinggalan dengan pembangunnan Mercure Bali Legian. Ini adalah proyek hotel dan kondotel berbintang...

DAFTAR HARGA BAHAN BANGUNAN Hingga Maret 2012 (sebelum kenaikan BBM)

Kami membuka peluang kepada semua Toko Bahan Bangunan di seluruh Indonesia untuk kami iklankan di www.abproperty.tk bila membantu kami dengan daftar harga2 di toko bahan bangunan  Anda. Untuk lebih validnya data ini, kami memohon Anda sudi melakukan koreksi dan mengirimkan data2 tersebut ke email kami: absetyawan@abproperty.tk atau admin@abproperty.tk. SEMEN Semen Cibinong (kujang) (50 kg) Rp 53.500 Semen Tiga Roda (50 kg) Rp 55.000 Semen Tiga Roda Putih (40 kg) Rp 73.000 Semen...

Peraturan Tentang Kredit Indonesia Meniru Negara Lain

Pengaturan loan to value ratio (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) dan uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) bukan hal yang baru di dunia. Ini juga dilakukan di sejumlah negara karena berbagai alasan. Demikian dikatakan Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam diskusi dengan wartawan, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (20/3/2012...

BI Minta Bank Tak Lagi Bermain-main dengan Uang Muka

Kebijakan yang memain-mainkan DP juga memancing konsumen untuk tidak memikirkan kemampuannya. JAKARTA, Jaringnews.com - Bank Indonesia berpendapat selama ini banyak perbankan yang mendanai sektor properti  telah terlalu jauh bermain-main dengan uang muka (down payment, DP) dalam menarik konsumen. Padahal, penetapan DP seharusnya merupakan bagian dari manajemen risiko yang tidak boleh diutak-atik.  Bank dapat memakai instrumen lain bila untuk menarik konsumen, misalnya penurunan...

DP Kredit Rumah Minimal 30% Menjadi Trik Pemasaran Pengembang

Ilustrasi Banyak pertimbangan seseorang untuk memilih dan akhirnya membeli sebuah rumah yang mereka idamkan. Mulai dari pertimbangan harga, jarak dekat dengan tempat kerja, lokasi yang nyaman dan lain-lain. Nah, belakangan ini ada aturan soal batas minimal uang muka (DP) kredit rumah minimal 30% yang diatur oleh Bank Indonesia (BI). Kesempatan ini rupanya menjadi trik pemasaran kalangan pengembang untuk mendorong konsumen segera membeli unit-unit ruma...

Penjualan Rumah Segmen Menengah Alami Penurunan 10 %

Penjualan rumah segmen menengah atas tipe bangunan di atas 70 m2 diperkirakan akan mengalami penurunan hingga 10% pasca ketentuan minimal uang muka (DP) 30%. Ketentuan yang akan berlaku efektif 15 Juni 2012 ini sudah diantisipasi oleh kalangan pengembang. Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, penurunan permintaan rumah kelas menengah dalam jangka pendek sekitar 10%....

Perkantoran Kelas Atas Tumbuh Hingga 8%

Jones Lang LaSalle meramalkan pertumbuhan kantor grade A di Jakarta kuartal ini sebesar 6 - 8. Angka ini lebih tinggi daripada Manila yang pertumbuhannya diprediksi hanya sebesar 3-5. Pasar perkantoran sewa di Asia Pasifik menunjukkan tren positif sepanjang kuartal satu tahun ini. Perusahaan konsultan properti Jones Lang LaSalle mencatat, penggerak utamanya adalah perekonomian di kawasan ASEAN yang sedang tumbuh, sehingga permintaan kantor tetap kuat. Dibanding kota-kota besar lain di...

Kebijakan Pemerintah Malaysia Menanggung Uang Muka KPR Warganya Patut Ditiru

Foto: Properti di Penang, Malaysia/ Property Report Jika masyarakat Indonesia ingin mengambil rumah melalui KPR harus merogoh kocek lebih besar. Hal ini justru berseberangan dengan Malaysia. Di Negeri Jiran ini pemerintah justru menanggung uang muka para warga yang ingin kredit rumah. Demikian diungkapkan oleh Anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta ketika ditemui di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2012). "Begini, kalau di negara-negara maju. Seperti di Malaysia, malah uang mukanya dibantu...

DP KPR 30% Hanya Bagi yang Bergaji Diatas Rp 10 Juta per bulan

Ketentuan Bank Indonesia (BI) mengenai uang muka KPR minimal 30% tidak seseram yang dibayangkan. Aturan ini hanya tersegmentasi untuk tipe luasan rumah di atas 70 m2. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro menyebutkan kebijakan baru BI hanya berlaku untuk masyarakat yang berpenghasilan di atas Rp 10 juta per bula...

BI: Harga kredit properti sudah di atas rata-rata

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, meski belum mencapai titik rawan potensi bubble, namun harga untuk kredit kepemilikan properti tipe 70 meter persegi (m2) dan kepemilikan ruko/rukan sudah di atas rata-rata. Bukan hanya itu, BI juga menilai kredit kepemilikan properti tipe di atas 70 m2 dan kepemilikan ruko/rukan sudah di atas nilai fundamentalnya.Kepala Biro Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Filianingsih mengambil contoh, di salah satu kawasan di Jakarta Selatan, harga...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari