AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Kamis, 17 November 2011

TERKAIT KRISIS EROPA: Awal 2012, Sektor Properti Cuma "Panik Sesaat"

Properti kelas atas masih akan terus mengalami kenaikan
harga hingga akhir 2012. Bahkan, beberapa lokasi menandakan
adanya potensi peningkatan harga.
JAKARTA, KOMPAS.com — Pasar properti Indonesia pada awal 2012 akan mengalami kepanikan sesaat atau market shock. Sebab, prediksi perlambatan ekonomi baru akan terasa awal tahun depan.
Cenderung terjadi koreksi harga di pasar sekunder, tetapi bukan bubble.
-- Ali Tranghanda

Di Depok, Rumah Murah Semakin Minggir....

DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kota Depok, Wing Iskandar, mengatakan, sulit untuk membangun rumah sederhana karena terkendala harga tanah yang tinggi. Depok pun mulai diserbu apartemen.

Sekarang rumah murah banyak dibangun di daerah perbatasan Depok dengan Bogor, seperti Citayam, Bojonggede dan Cilebut.
-- Wing Iskandar

Permintaan rumah di Bekasi terus meningkat

Dr. Panangian Simanungkalit
Pendiri & Presiden Direktur
Pusat Studi Properti Indonesia

(PSPI)
Kawasan pembangunan properti di Cakung, Jakarta Timur. Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) memperkirakan terjadinya peningkatan harga properti 7 - 20 persen. Sementara itu, peningkatan pertumbuhan paling tinggi dalam bidang properti yaitu perumahan dan kondominium pada 2011 12-15 persen. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Bekasi (ANTARA News) - Permintaan rumah di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada 2012 akan terus meningkat dan diperkirakan setiap tahunnya dibutuhkan 12 ribu unit perumahan sejalan dengan terus bertumbuhnya populasi penduduk melalui kelahiran, pasangan muda maupun urbanisasi.

"Permintaan akan terus meningkat namun disayangnya pertumbuhan tinggi itu tidak dibarengi dengan kemampuan daya beli," kata pelaku usaha properti di Kabupaten Bekasi Siswadi Rabu.

BI Rate Turun Kredit Properti Terdongkrak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kalangan pengembang menyambut baik penurunan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI). Menurut mereka, penurunan itu secara psikologis akan memengaruhi perbankan yang akan menyesuaikan tingkat suku bunga pinjamannya.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki di Jakarta, Senin, mengatakan, penurunan BI Rate itu akan mendorong bisnis properti di dalam negeri makin tumbuh. Karena perbankan akan segera menurunkan tingkat bunga kredit yang masih tinggi dan mendorong pelaku usaha aktif mencari kredit baru, katanya.

Semarang: Akhir Tahun, Pengembang Genjot Penjualan Rumah

Semarang, CyberNews. Menjelang akhir tahun, sejumlah pengembang berupaya menggenjot penjualan rumahnya. Turunnya BI rate dari 8,25 % sampai 7,75 % menjadi angin segar bagi pengusaha properti, karena turut menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Penjualan perumahan pun diprediksi makin bergairah tumbuh sekitar 20 % dibanding tahun lalu.

Perumahan Sinar Bukit Asri (SBA) yang dikembangkan PT Fasat Indonusa misalnya, menyediakan subsidi uang muka mulai Rp 1 juta-1,5 juta untuk menarik minat masyarakat. Bahkan disediakan bonus televisi 21 inci dan lemari es untuk pembelian tiper tertentu. Adapula bonus carport, taman dan pompa air pada setiap transaksi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari