AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Senin, 26 Maret 2012

Panangian Simanungkalit: Properti Sewa Juga Menguntungkan

Bila Anda ingin meneguk keuntungan dari beragam jenis properti, ada baiknya Anda memiliih investasi yang dapat disewakan. Memandang properti sebagai investasi, pilihan ini tentu sebuah langkah bisnis, bukan lagi kebutuhan pribadi.

Apa menariknya mengelola properti yang disewakan? Pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya 'Rahasia Menjadi Miliarder Properti' mengungkapkan, pendapatan dari properti yang disewakan akan tumbuh dari waktu ke waktu. Syaratnya, pemilihan jenis propertinya tepat dan berada pada lokasi-lokasi yang prospektif.

Namun, strategi berinvestasi properti sewa tentu berbeda ketika Anda membeli sebuah rumah untuk dihuni. Hal itu karena Anda harus memperhitungkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi untuk menutupi cicilan pinjaman ke bank, sedangkan pembayaran cicilan KPR Anda dalam jangka panjang relatif tetap. Sebuah pengecualian jika dalam jangka pendek terjadi kenaikan tingkat suku bunga KPR.

Bangunan Hijau Perlu Investasi Besar

Konsep bangunan hijau atau green building memang sedang gencar-gencarnya dikembangkan dalam berbagai sektor properti saat ini. Namun di lain pihak, untuk membangun maupun meredesain sebuah bangunan dengan konsep hijau membutuhkan dana investasi yang besar.

"Bangunan hijau perlu investasi besar, karena harus bisa mengurangi efek rumah kaca, menggunakan sistem recycle atau daur ulang, dan tentu saja peralatan yang hemat listrik dan air," papar Direktur Operasional Gapura Prima Group Amin Maulana saat ditemui di Jakarta, Senin (26/3/2012).

Gapuraprima Bangun Hunian Mewah di Jakarta Timur

Pengembang properti PT Perdana Gapuraprima Tbk (PGP) di bawah bendera Gapuraprima Group akan membangun proyek properti baru jenis mix used di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Untuk membangun proyek tersebut Gapuraprima mengeluarkan dana hingga Rp1 triliun.

Dana tersebut termasuk biaya untuk mengakuisisi tanah seluas 15 hektare (ha) dengan nilai Rp150 miliar di kawasan yang berdekatan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

REI: DP Rumah Naik, Jangka Waktu Cicilan Diperpanjang

Kebijakan baru Bank Indonesia (BI) mengenai besaran uang muka atau down payment (DP) 30 persen untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) yang berlaku pada rumah di atas 70 m2 disambut baik oleh pengembang yang tergabung dalam organisasi Real Estate Indonesia (REI).

Ketua Umum DPD REI DKI Jakarta Rudy Margono menyatakan, pihaknya (pengurus dan anggota REI) mengupayakan agar masyarakat sebagai konsumen tidak terlalu terbebani, salah satunya dengan memperpanjang jangka waktu cicilan KPR.

Gapuraprima Bangun Kondotel Konsep Resor di Bali

Best Western Sunset Road, Bali (foto: dok. gapuraprima)
Pasar properti di Bali masih sangat menggiurkan. Hal ini juga yang mendorong peerusahaan pengembang properti Gapuraprima Group membangun kondotel dengan konsep resor di kawasan Nusa Dua, Bali.

"Proyek yang dinamai Bellevue Heritage Villa di Bali ini merupakan properti sektor villa yang sistemnya dijual. Kami akan launching pada Mei nanti dengan harga Rp2-4,5 miliar," kata Direktur Operasional Gapuraprima Gropu Amin Mulyana, saat ditemui di Jakarta, Senin (26/3/2012).

Bila Menghambat Industri Properti, Pemerintah Diharapkan Jangan Segan Koreksi Kebijkannya

Kenaikan besaran uang muka atau down payment (DP) kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar 30 persen, selain meresahkan masyarakat juga membuat pengembang gundah. Pasalnya dengan kebijakan baru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) ini, sudah pasti akan mengurangi daya beli rumah masyarakat, dan ujungnya berpengaruh pada penjualan produk properti sektor hunian.

Salah satu pengembang besar dalam negeri, Sinar Mas Land menyatakan kondisi ini sudah pasti akan berpengaruh pada konsumen. Meskipun, sejauh mana pengaruh tersebut dapat terlihat pada angka-angka penjualan belum dapat dipastikan.

Harry Raharta: Kebijakan BI DP30% memberatkan msyarakat

Kebijakan Bank Indonesia (BI) mengenai besaran Down Payment (DP) sebesar 30 persen dinilai akan semakin memberatkan dan memperkecil kesempatan masyarakat dalam memiliki rumah.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Pembiayaan DPP REI Harry Raharta, kebijakan baru BI tersebut akan semakin mengurangi daya pembeli rumah. "Kami amat menyayangkan kebijakan ini dikeluarkan oleh BI. Dengan besaran uang muka (DP) 30 persen tersebut, tentunya akan terasa berat oleh masyarakat, apalagi yang sebelumnya hanya mampu mambayar DP 10-15 persen saja," jelas Harry kepada okezone, Senin (19/3/2012).

Jakarta: Rudy Margono Optimis Kenaikan BBM Tak Pengaruhi Pasar Properti

Wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah membuat harga-harga di pasaran meningkat. Namun, hal itu dipercaya tidak akan mempengaruhi pasar properti Indonesia yang tengah bergelora.

Menurut Ketua Umum DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Rudy Margono, pasar properti diperkirakan masih akan terus tumbuh dan meningkat pesat. Cerahnya proyeksi itu berlaku untuk tahun ini dan mendatang.

Ternyata Menurut Panangian Simanungkalit Ada 4 Siklus Dalam Pasar Perumahan!

Pertumbuhan dan perkembangan pasar perumahan di setiap negara memiliki siklus berbeda, tak terkecuali Indonesia. Siklus pasar perumahan di sini selalu mengikuti siklus tingkat suku bunga.
Pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya "Rahasia Menjadi Miliarder Properti" menuturkan, di Indonesia terdapat empat siklus perumahan. Siklus itu meliputi pasar penjual (seller's market), pasar lembut (soft market), pasar pembeli (buyer's market) dan pasar lemah (weak market). Gelombang siklus pasar perumahan ini bisa berulang seperti siklus tingkat suku bunga.

Surabaya: Meski Banyak Mangkrak & Terbengkalai, Ruko Ternyata Masih Jadi Pilihan Investasi

Ilustrasi
Meskipun terlihat banyak yang mangkrak dan tidak terurus, ternyata Ruko alias rumah toko masih menjadi salah satu alternatif  pilihan investasi properti, baik untuk dijual kembali ataupun disewakan.
Timoticin Kwanda, pengamat properti dari Universitas Kristen Petra Surabaya, menjelaskan bahwa ruko masih diminati oleh para investor hingga 5 sampai 10 tahun lagi. “Sekarang pembangunan ruko sudah merapat ke beberapa daerah pinggiran kota, penjualan ruko diprediksi tetap laris manis.” Terangnya, saat ditemui Surabaya Post, kemarin.

Djan Farid Didemo Agar Mencabut Undang-Undang Perumahan

Kelompok aliansi pengembang dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menilai UU Perumahan dan Kawasan Pemukiman No 1 Tahun 2011 menyulitkan para pengembang dan kalangan masyarakat yang ingin mendapat rumah. Mereka menuntut pasal tersebut dicabut.

Pasal tersebut membatasi hanya rumah dengan tipe minimum 36 berhak mendapatkan bantuan kredit FLPP yang merupakan program Kementerian Perumahan Rakyat.
-- Nur Hidayat

Universitas Mulawarman Bangun Rusunawa Untuk Mahasiswa

MAHASISWA dari berbagai daerah yang melanjutkan jenjang pendidikan tingginya di Universitas Mulawarman terus bertambah. Tak pelak ini membuat kawasan di sekitar Kampus Hijau dijejali bangunan baru untuk menampung mereka.
Mulai indekos sederhana dengan fasilitas seadanya hingga yang mewah dengan kelengkapan wah.
Unmul tak ketinggalan. Baru-baru ini, kampus membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) empat lantai. Ini adalah bantuan Kementerian Perumahan Rakyat yang diresmikan April 2010.

Raymond Arfandy: Konsumen Makassar Beralih Ke Segmen Rumah Yang Lebih Murah

Penjualan rumah segmen menengah atas, khusus tipe 70 m2 diperkirakan akan mengalami penurunan hingga 10% pasca ketentuan minimal uang muka (DP) 30%.
Ketentuan tersebut sudah diantisipasi berbagai kalangan terutama pengembang.
Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI) sekitar 25% penjualan rumah merupakan tipe rumah kelas menengah yang harganya di atas Rp400 juta, sementara itu 65% rumah kelas menengah bawah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya 10% adalah rumah-rumah kelas atas.

Rumah Minimal RI Masih Jauh Dengan Standard di Negara Tetangga

Illustrasi
Pemerintah dalam undang-undang menetapkan aturan rumah minimal yang bisa dibangun di Indonesia adalah seluas 36 meter persegi atau tipe 36. Aturan ini lebih lunak dibanding di negara tetangga.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan, di Malaysia tipe rumah minimal adalah seluas 60 meter persegi.

"Rumah tipe 36 yang ditetapkan oleh pemerintah itu sebetulnya masih jauh dibandingkan standar rumah di negara-negara tetangga. Di Malaysia tipe minimal rumah itu 60 meter persegi, Singapura 90 meter persegi, Australia 260 meter persegi. Jadi rumah tipe 36 itu sudah sangat minimal," kata Djan dikutip dari situs Kemenpera, Sabtu (24/3/2012).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari