AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Minggu, 06 Mei 2012

BI tetap pantau pembiayaan rumah bank syariah

Kendati belum menyertakan perbankan syariah dalam aturan Loan to Value (LTV), Bank Indonesia (BI) akan tetap menjaga kualitas pembiayaan perumahan di perbankan syariah.

"Kita tidak mau pembiayaan perumahan di syariah dijadikan spekulasi. Kalau untuk yang produktif dan untuk yang belum punya rumah itu bagus," ujar Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Edy Setiadi, Jumat (4/5).

Walau tak menyebut angka, namun sejauh ini BI melihat porsi pembiayaan perumahan di perbankan syariah masih relatif lebih besar untuk tipe rumah yang kecil.

"Porsi pembiayaan perumahan di perbankan syariah masih jauh di bawah 10% jadi masih sangat kecil," ungkap Edy.

Hal tersebut selain juga karena industri perbankan syariah yang baru bertumbuh, khususnya di sisi pembiayaan perumahan, menjadi alasan BI belum mengatur batasan LTV di perbankan syariah.

Ia menambahkan, BI akan terus mengevaluasi penyaluran pembiayaan perbankan syariah di sektor perumahan, termasuk tingkat rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF)

BTN kini kesulitan salurkan kredit FLPP dengan sistem baru

Ilustrasi
Pihak perbankan mengaku kesulitan menyalurkan pembiayaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kesulitan tersebut disebabkan pasokan rumah dengan skema FLPP terbatas.

Kami kesulitan menyalurkan, karena unit yang ada saat ini tidak sesuai skema FLPP baru, seperti luasnya di bawah tipe 36 atau harga rumahnya di atas Rp 70 juta.
-- Irman Alvian Zahiruddin

Direktur Mortgage and Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara Tbk Irman Alvian Zahiruddin mengatakan, hingga triwulan I tahun 2012 BTN baru menyalurkan kredit FLPP sebanyak 2.500. Target BTN sendiri sebanyak 16.000 unit rumah.

"Kami kesulitan menyalurkan, karena unit yang ada saat ini tidak sesuai skema FLPP baru, seperti luasnya di bawah tipe 36 atau harga rumahnya di atas Rp 70 juta," katanya di Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Meski mengaku kesulitan, Irman mengatakan Bank BTN akan terus berkomitmen menyalurkan kredit FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pada kesempatan berbeda, kekhawatiran akan sedikitnya pasokan rumah dengan KPR FLPP sempat dikemukakan oleh Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Eko Budiwiyono. Menurutnya, salah satu kendala yang akan dihadapi Bank Pembangunan Daerah (BPD) karena ikut menyalurkan FLPP adalah kurangnya pasokan rumah di lapangan. Karena itu, ia berharap agar pengembang segera membangun rumah tipe 36 seperti aturan dalam FLPP.

Kuartal I 2012 jumlah KPR untuk rumah kedua meningkat

Tujuan Bank Indonesia (BI) mengatur loan to value (LTV) atau kenaikan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) adalah mengantisipasi terjadinya penggelembungan (bubble). Namun, dalam aturan itu, BI tidak membuat pengecualian perlakuan untuk KPR rumah kedua dan selanjutnya. Padahal, ancaman terbesar bubble justru dari ceruk ini. 

Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Yunita R. Sari mengatakan, aturan LTV berlaku untuk semua pembelian rumah. Tapi, bukan tidak mungkin, aturan LTV juga dikembangkan ke arah sana. "Sekarang kami masih lihat dulu efek aturan itu, kalau ada pengaruh, kami ambil langkah selanjutnya," katanya.

Di negara lain, seperti Singapura, Hong Kong dan China, aturan LTV untuk KPR pertama dan kedua memang berbeda. Kredit kedua dan seterusnya lebih ketat. Itu belum termasuk pengenaan pajak lebih tinggi bagi kepemilikan properti kedua. Ketiga negara itu melakukan pengetatan dengan dosis tinggi demi mengendalikan bubble.

Perbankan sudah mengantisipasi keadaan dengan tidak memperbesar KPR kedua. Bank Permata misalnya, porsi KPR kedua atau ketiga hanya 30% dari total KPR. Sisanya, untuk pembelian rumah pertama. "Kami memang mengalokasikan dana untuk KPR kedua dan seterusnya. Sejauh ini porsi itu sehat dan kami belum mau mengubahnya," kata Direktur Ritel Bank Permata, Lauren Sulistiawati.

Pada kuartal I-2012, Permata membukukan KPR senilai Rp 12 triliun. Artinya sekitar Rp 3,6 triliun merupakan KPR untuk rumah kedua.

Lauren bilang, nasabah mengajukan KPR kedua untuk investasi. Maklum, investasi properti saat ini sedang naik daun. Selain itu, nasabah juga mencari alternatif investasi lain dari deposito, emas, reksadana atau obligasi.

Nasabah yang meminta KPR untuk rumah kedua mayoritas nasabah prioritas. "Rata-rata permintaan rumah kedua itu tipe diatas 70% yang memang terkena aturan, tetapi itu tidak berpengaruh karena mereka punya dana," tambah Lauren.

Direktur Konsumer dan Ritel Bank BNI, Darmadi Sutanto, sependapat bahwa permintaan KPR untuk rumah kedua dan seterusnya untuk investasi, bukan untuk ditinggali. "Di BNI, satu debitur boleh meminta KPR sampai keempat kali, tetapi ada beberapa syarat tertentu yang harus dipenuhi debitur," kata Darmadi.

Antara lain, cicilan tidak boleh melebihi 40% dari penghasilan. Artinya, debitur harus menyiapkan uang muka kredit lebih tinggi lagi, atau angsuran bulanannya diperbesar lagi.

Selain itu, KPR untuk rumah kedua baru boleh diajukan setelah enam bulan akad kredit KPR pertama. Di BNI, sebagian besar KPR untuk rumah pertama.

Menurut Direktur Konsumer Bank Tabungan Negara (BTN), Irman A Zahiruddin, hampir 99% debitur BTN mengajukan KPR untuk tempat tinggal alias rumah pertama. Porsinya masih kecil karena BTN membidik pasar kredit rumah menengah ke bawah.

kontan.co.id


http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/kuartal-i-2012-jumlah-kpr-untuk-rumah.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari