Rabu, 18 April 2012

Pasar perumahan, pasar perkantoran & pasar kawasan industri masih jauh dari "bubble"

Untuk dua sampai tiga tahun mendatang, pasar perumahan masih jauh dari potensi terjadinya bubble properti. Karena permintaan tinggi pada pasar ini berasal dari enduser bukan spekulan.
-- Arief Rahardjo

Pasar perumahan, perkantoran, dan kawasan industri merupakan tiga sektor properti yang akan aman dari kemungkinan terjadinya bubble properti. Ketiga pasar properti ini dinilai memiliki permintaan tinggi dari para enduser (pengguna), bukan investor maupun spekulan.
"Untuk dua sampai tiga tahun mendatang, pasar perumahan masih jauh dari potensi terjadinya bubble properti. Karena permintaan tinggi pada pasar ini berasal dari enduser bukan spekulan," kata Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory at PT Cushman & Wakefield Indonesia, dalam paparan kuartal I tahun 2012 di Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Menurut survei yang dilakukan oleh Cushman & Wakefield, permintaan akan perumahan akan tumbuh lebih tinggi dari pasokan yang ada saat ini. Permintaan akan lebih meningkat dan berkelanjutan pada 2012 dan 2013.

Handa Sulaiman, Executive Director, Investment PT Cushman & Wakefield Indonesia menambahkan, 70% profil pembeli rumah adalah pengguna. Ia mengakui, memang ada investor atau spekulan rumah.

"Namun, rata-rata dari pembeli tujuannya untuk ditempati, bukan disewakan kembali," ujarnya.

Berdasarkan data survey tersebut, enduser pada pasar perumahan untuk wilayah Jakarta dan Bekasi sebesar 75%, sementara investor hanya 25%. Di kawasan Tangerang, tingkat pengguna rumah sebesar 79%, dan investor sebesar 21%. Di wilayah Bogor dan Depok, 78% pembeli rumah adalah enduser, sementara sisanya sebanyak 22% adalah investor. Di Jakarta, 77% pembeli rumah adalah enduser, sementara 23% lainnya adalah investor.

Handa memaparkan, untuk pasar perkantoran dan kawasan industri tidak akan terjadi bubble lantaran tingkat permintaannya masih sangat tinggi. Sebaliknya, pasokan masih terbatas. Dari data itu juga diketahui, pembeli kantor dan lokasi industri adalah enduser, bukan spekulan.

Ia mengatakan, tingginya permintaan pasar perkantoran saat ini dipicu oleh permintaan dari perusahaan tambang, IT, perbankan dan asuransi. Sementara permintaan untuk kawasan industri melonjak karena pihak asing mencari lokasi industri, karena pasokan perkantoran di wilayah Karawang dan Bekasi saat ini terbatas.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari