Selasa, 22 Mei 2012

Pasar rumah seken punya harapan cerah di tahun 2012

Indonesia Property Watch melakukan survei ke beberapa agen penjualan rumah sekunder pada awal tahun ini. Hasilnya ada kenaikan penjualan rumah di pasar sekunder hingga 10-15% memasuki periode triwulan II-2012.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan kenaikan harga rumah di pasar primer (membeli via pengembang) yang terlalu pesat bahkan over value di kawasan Jabodetabek membuat konsumen mulai jenuh. Akhirnya mereka banyak mencari rumah baru dari pasar sekunder yaitu membeli dari pembeli pertama yang sebelumnya membeli dari pengembang.

Fenomena ini terjadi di hunian kawasan Tangerang dan Serpong, bahkan termasuk wilayah lain seperti Cibubur dan Bekasi Summarecon. Menurutnya kondisi ini secara langsung telah mempengaruhi penurunan penjualan rumah di pasar primer yang dijual kalangan pengembang seperti yang disampaikan survei Bank Indonesia (BI).

"Pasar sekunder ada kenaikan, kalau sekunder itu kan tak didata BI, dari pengamataan kita ada kenaikan di beberapa agen properti, terjadi kenaikan 10-15% di pasar sekunder, dibandingkan triwulan I-2012," kata A‎li kepada detikFinance, Selasa (22/5/2012)

Ali menuturkan tren penjualan di pasar sekunder pada periode itu terjadi pada rumah kelas menengah ke atas yaitu paling murah Rp 350 juta. Pada segmen rumah ini, pergerakan harganya luar biasa bahkan di kawasan BSD, harga tanah digoreng oleh pengembang hingga Rp 8-12 juta per meter persegi.

"Misalnya di Summarecon Bekasi, penjualan rumah Rp 500 juta antre banyak, lalu ketika primernya (pengembang) naik Rp 550 juta, lalu dilepas oleh pembeli pertama, ada keuntungan Rp 50 juta. Termasuk di Cibubur bisa naik Rp 50 juta dalam seminggu, beli Rp 300 dijual Rp 350, sementara di pengembang sudah Rp 400 juta," katanya.

Ia menambahkan fenomena ini memang belum umum terjadi di kawasan yang sedang berkembang di Jabodetabek seperti Depok, Cinere, Sawangan. Kondisi ini berubah beberapa tahun ke depan sejalan berkembangnya infrastruktur di kawasan tersebut.

"Selama 2 tahun ini Tangerang dan Serpong bertumbuh, tapi kedepannya, dalam waktu dekat di bawah 3 tahun akan terjadi di Sawangan, Depok dan Cinere," katanya.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) dalam surveinya mencatat terjadi penurunan penjualan rumah di awal tahun khususnya triwulan I-2012. Padahal penjualan rumah selama lima triwulan berturut-turut selalu mengalami kenaikan.

"Hasil survei menunjukan terjadi penurunan penjualan secara triwulan pada semua tipe rumah terutama rumah tipe kecil. Tidak terjualnya beberapa unit hunian di bawah tipe 36 terkait UU No 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan pemukiman diduga berimbas pada penurunan penjualan rumah tipe kecil," jelas survei BI tersebut.

BI juga mencatat kenaikan harga rumah secara triwulanan (qtoq), selama periode triwulan I-2012 untuk semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 0,90% (qtoq). Wilayah Padang mengalami kenaikan harga paling tinggi sebesar 2,17%, rumah tipe besar di wilayah ini naik 3,09%.

"Peningkatan harga yang cukup tinggi juga terjadi di wilayah Palembang, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 3,31%.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari