AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Tampilkan postingan dengan label Area Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Area Industri. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

Pertumbuhan Ruang Kantor dan Industri Melambat

Pasar properti pada kuartal II/2013 khususnya untuk ruang perkantoran dan industri memperlihatkan penurunan dibanding kuartal sebelumnya. Sementara untuk jenis properti lainnya  berjalan stabil.

“Ada sedikit penurunan, terutama untuk office dan industri, tapi tidak signifikan. Yaa slow down lah,” ujar  Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, saat dihubungi Bisnis, Minggu (7/7/2013).

Menurutnya, karena harga sewa ruang perkantoran saat ini sudah sangat tinggi, membuat harga jenis properti tersebut tidak mengalami banyak perubahan.

Sayangnya, Ferry enggan menyebutkan secara lebih detil mengenai perkembangan pasar properti yang ada selama semester I/2013 ini. “Tunggu hasil riset kita besok Senin saja (8/7/2013).”

Editor : Ismail Fahmi

http://www.bisnis.com/pertumbuhan-ruang-kantor-dan-industri-melambat

Rabu, 16 Mei 2012

Triwulan I 2012: Harga tanah industri melesat hingga lebih 12%

Bank Indonesia (BI) melalui surveinya mencatat kenaikan harga jual lahan untuk kawasan industri selama triwulan I-2012. BI mengungkapkan ada kenaikan 12,5% harga lahan industri di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang (Jabobeka).

"Tingginya permintaan telah mendorong harga jual lahan industri yang meningkat 12,5% (qtoq) menjadi Rp 1,44 juta per meter persegi," kata BI dalam laporannya seperti dikutip, Selasa (14/5/2012)

BI mengungkapkan pada triwulan I-2012 lahan industri di jabobeka bertambah 66 hektar yang disumbang dari kawasan Delta Silicon Phase 3 Extention Cikarang. Sementara itu penjualan lahan industri yang terjadi pada periode yang sama sebesar 134 hektar. Telah terjadi peningkatan penjualan lahan industri pada triwulan I-2012 dari 73,24% menjadi 24,55%.

"Salah satu yang mendorong penjualan adalah ekspansi yang dilakukan oleh pabrik otomotif, suku cadang dan farmasi yang ada di Cikarang," jelas laporan itu.

Sementara itu lahan industri di Banten mengalami penjualan sebesar 3,32% menjadi 74,52%, terjadi kenaikan harga jual sebesar 3,46% menjadi Rp 877.297 per meter persegi.

detik.com

Kamis, 26 April 2012

Karawang bisa seperti Mesuji: PT APL diduga salah akuisisi lahan sengketa

Ilustrasi
PT Agung Podomoro Land Tbk (APL), diduga telah melakukan kesalahan dalam mengakusisi sebagian saham PT Sumber Air Mas Pratama  (SAMP).

Padahal, SAMP selaku perusahaan yang dikabarkan telah mengklaim sebagai pemilik tanah kurang lebih 350 hektar di Karawang itu masih berstatus sengketa dengan warga mengenai hak lahan.

Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Hukum dan Koordinator Aliansi Elemen Masyarakat Karawang, Yono Kurniawan, menjelaskan, tertanggal 17 April 2012 PT APL telah membuat perjanjian pengikatan jual-beli saham dalam rangka akuisisi 55 persen saham di PT SAMP senilai Rp 216 miliar.

Senin, 23 April 2012

Pasokan minim, harga tanah kawasan industri naik

Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk, Indra Wijaya, berharap, bisa memasarkan kawasan industri ini pada kuartal IV tahun ini. Sedangkan pembangunannya mulai tahun depan. Hanya saja, Agung Podomoro Land belum menentukan harga jual. "Tentunya marketable dan disesuaikan dengan daerah sana," kata Indra kepada KONTAN, belum lama ini.


Konsultan properti Cushman & Wakefield mengungkapkan, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, masih area favorit untuk dibangun kawasan industri. Lebih dari 85% penjualan kawasan industri berasal dari tiga wilayah ini. Selain itu, dengan harga relatif terjangkau, kawasan industri juga banyak dikembangkan di Serang dan Cilegon.

Minggu, 22 April 2012

Agung Podomoro ikut juga kembangkan kawasan industri di Karawang

PT Agung Podomoro Land Tbk terus memperluas bisnis propertinya di katagori kawasan industri. Perseroan memastikan akan mengembangkan kawasan industri di Karawang, Jawa Barat.

Pihak menajemen telah membuat perjanjian pengikatan jual beli saham dalam rangka akuisisi 55% saham di PT Sumber Air Mas Pratama (SAMP) senilai Rp 216 miliar. PT Sumber Air Mas Pratama memiliki 342 hektar tanah di Karawang Barat, Jawa Barat, yang akan disiapkan untuk kawasan industri.

Presiden Direktur dan CEO Agung Podomoro Trihatma Kusuma Haliman mengatakan permintaan untuk kawasan industri di Indonesia terus meningkat. Hal ini menjadi pertimbangan perseroan untuk mengambil bagian dalam sektor yang cukup 'seksi' ini.


Rabu, 18 April 2012

Pasar perumahan, pasar perkantoran & pasar kawasan industri masih jauh dari "bubble"

Untuk dua sampai tiga tahun mendatang, pasar perumahan masih jauh dari potensi terjadinya bubble properti. Karena permintaan tinggi pada pasar ini berasal dari enduser bukan spekulan.
-- Arief Rahardjo

Pasar perumahan, perkantoran, dan kawasan industri merupakan tiga sektor properti yang akan aman dari kemungkinan terjadinya bubble properti. Ketiga pasar properti ini dinilai memiliki permintaan tinggi dari para enduser (pengguna), bukan investor maupun spekulan.

Kekurangan pasokan: Karawang-Bekasi jadi kawasan yang amat seksi

Karena permintaan tinggi, dan mereka benar-benar berdasarkan kebutuhan, maka sektor ini jauh dari kemungkinan adanya bubble.
-- David Cheadle
Sepanjang kuartal I tahun 2012 ini kawasan industri Karawang dan Bekasi masih menjadi lokasi favorit meskipun permintaan tanah industri terus menurun. Penurunan permintaan ini akibat pasokan tanah industri yang terbatas.

"Minat pasar besar, namun pasokannya terbatas, sehingga Bekasi, Karawang dan Purwakarta masih menjadi lokasi favorit dengan 85% keseluruhan penjualan tanah industri pada kuartal I ini," kata David Cheadle, Managing Director Cushman & Wakefield Indonesia, dalam paparan kuartal I tahun 2012 di Jakarta, Selasa (17/4/2012) kemarin
.

Senin, 09 April 2012

Harga Tanah Industri di Karawang & Bekasi Masih yang Termahal

Harga tanah di kawasan industri Karawang dan Bekasi masih terbilang yang termahal. Di Bekasi rata-rata harga tanah perindustrian untuk 1 meter persegi berkisar di angka US$ 164,7 per meter persegi sedangkan di Karawang harga rata-rata mencapai US$ 117 per meter persegi.

Misalnya di Bekasi memiliki harga tanah untuk industri tertinggi seharga US$ 173,1 per meter persegi dan harga terendah di angka US$ 150 per meter persegi, sementara Karawang pernah mencapai harga tertinggi yaitu hanya US$ 125 per meter persegi dan terendah US$ 109 per meter persegi.

Jumat, 30 Maret 2012

Karawang Bakal Punya Kawasan Bisnis Baru di 2013

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mulai membangun kawasan bisnis komersial di Karawang Timur, Jawa Barat senilai Rp 900 miliar. Bernama Suryacipta Square, pelaksanaan ground breaking dimulai hari ini dan selesai pembangunan tahap awal diharapkan selesai Juni 2013.

Menurut Direktur Utama SSIA Johannes Suriadjadja, Suryacipta Square menjadi bagian dari Suryacipta City of Industry. Pengembangan dilakukan dalam dua tahap dengan total luas lahan 10 hektar.

"Pada kawasan bisnis komersial tersebut, PT Suryacipta Swadaya (SCS), anak perusahaan SSIA, akan membangun sebuah business hotel, service apartement, office park, sebuah rumah sakit dan retail arcade yang diperuntukkan bagi perbankan, minimarket, restoran, pusat kebugaran dan lain-lain," kata Johannes dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Sabtu, 03 Desember 2011

Infrastruktur Buruk, Lahan Industri Tak Laku

Kawasan industri Serang dan Cilegon sampai sekarang belum banyak dilirik pelaku usaha.

VIVAnews - Konsultan properti Jones Lang LaSalle menilai rendahnya tingkat okupansi dan tak lakunya sebagian kawasan industri di Tanah Air disebabkan para pelaku usaha merasa sarana infrastruktur tak cukup mendukung.

"Akses jalan yang bagus untuk perjalanan yang cepat dan gampang ditempuh, pasti akan mendorong permintaan," kata Head of Research Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus kepada VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 1 Desember 2011.

Anton mengatakan, perusahaan tidak akan membangun industrinya jika sebuah kawasan dianggap memiliki jalan sempit, jarak tempuh yang lama, serta fasilitas kurang memadai.

Rabu, 02 November 2011

Industri Jepang Ramai-ramai Pindah ke Bekasi

Setelah gempa di Jepang dan banjir di Thailand, banyak usaha pindah ke Bekasi dan Karawang
Selasa, 1 November 2011, 19:25 WIB
Banjir di Thailand
VIVAnews - Bencana yang menimpa sejumlah negara, seperti gempa bumi dan tsunami di Jepang Maret lalu, serta bencana air bah alias banjir yang hingga saat ini melanda Thailand sejak Juli 2011 ternyata memberikan sentimen positif ke sektor properti Indonesia, khususnya bisnis kawasan industri.

Bahkan, akibat terbatasnya lahan atau tanah yang tersedia untuk pembangunan pabrik dan gudang, harga menjadi tinggi seiring aksi sejumlah investor asing yang berlomba-lomba membeli dan menyewa lahan untuk kepentingan industri.

TANAH INDUSTRI: Harga melesat, tanah industri makin laris

JAKARTA. Lembaga riset properti Cushman Wakefield meramalkan kenaikan akan terus terjadi beberapa waktu ke depan. Hal ini diakibatkan ketersediaan lahan tidak seiring dengan permintaan yang terus naik.

Pada kuartal III 2011 ini permintaan tanah industri meningkat 60% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun di periode ini penjualan tanah industri mencapai 178 hektare (ha).

Menurut Wira Agus, Direktur Asosiasi Riset dan Penasihat Cushman and Wakefield, tiga wilayah yang masih menjadi favorit adalah Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

Selasa, 01 November 2011

Permintaan Tinggi, Harga Tanah Industri Naik

Permintaan tanah industri masih cukup besar dengan penjualan sebesar 178 ha di kuartal ini

VIVAnews - Lembaga riset properti Cushman & Wakefield memperkirakan, pertumbuhan permintaan yang tidak seimbang dengan pasokan, mengakibatkan harga tanah industri di Jakarta dan sekitarnya bakal meningkat di masa datang.

"Walaupun terjadi penurunan tingkat permintaan sebesar 5 persen dibadingkan kuartal lalu, permintaan tanah industri masih cukup besar dengan penjualan sebesar 178 ha tanah pada kuartal ini. Bahkan, bila dibandingkan kuartal yang sama di tahun lalu, tingkat permintaan kuartal III-2011 meningkat sebesar 60 persen dibanding kuartal III-2010," kata Wira Agus, Associate Director, Research & Advisory, Cushman & Wakefield dalam laporan risetnya yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Senin 31 Oktober 2011.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari