AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Senin, 07 Mei 2012

Lokasi rumah murah yang ditawarkan di REI Expo 2012

Kalangan pengembang perumahan siap membangun dan memasarkan rumah murah yang digagas oleh pemerintah. Lokasinya tersebar di beberapa wilayah antaralain Cikarang, Pasar Kemis dan Cibitung.

Menurut Eva, tenaga pemasaran pengembang rumah murah dari PT Kiranasurya Perkasa, setidaknya ada 5 lokasi perumahan murah untuk penduduk Jabodetabek yang dikembangkan oleh perseroan.

"Kita ada Kirana Cibitung, Firdaus Residence di Cibarusa Cikarang, Mutiara Gading City di Cikarang, Grand Cikarang City di wilayah Lemah Abang Cikarang kota, Griya Tangerang Asri di Pasar Kemis Tangerang," ungkapnya kepada detikFinance disela-sela pameran properti di JCC, Senin (7/5/2012).

Harga yang ditiwarkan berbeda-beda untuk setiap lokasi rumah, menurut Eva harga yang ditawarkan berkisar Rp 80 juta hingga Rp 105 juta untuk rumah tipe 36. Selain itu spesifikasi bangunan yang ditawarkan untuk rumah murah ini pun cukup baik.

"Pakai batu kali slop beton bertulang untuk pondasinya kalau untuk dindingnya kita pakai batako pres sudah diplester sama di cat. Untuk lantainya kita keramik kalau plafonnya pakai rangkap kayu kelas 3, dan untuk kusennya pakai kayu kelas 3. Sedangkan atapnya rangka kayu dan fasilitas jalannya pakai semen cor bukan pakai aspal," jelas Eva

Pihaknya telah mengembangkan dua perumahan murah yang berlokasi di Bekasi yaitu Kirana Cibitung dan Kirana Cikarang.

"Kalau saya ada di Cibitung sama Cikarang. Kalau kita masih harga jual Rp 105an jutaan dengan DP ada yang ada yang 6 juta dan ada yang 1 juta, angsurannya Rp 892.604 dengan bank BNI, dan ini masuk subsidi dan subsidinya di bunga bank aja. Untuk bunganya sendiri 7,25% (FLPP)," tutupnya.

Bagi anda yang masih penasaran dan ingin mencari info lebih lanjut, bisa datang ke Pameran properti REI Expo 2012 di JCC digelar mulai tanggal 5-13 Mei 2012. Pameran ini mencakup 137 lokasi proyek properti, dan melibatkan 120 pengembang di seluruh Indonesia.

Rumah Rp62juta masih ada di Tangerang

Memiliki rumah berharga murah di wilayah Jabodetabek ternyata bukan menjadi sesuatu hal yang mustahil. Pada acara pameran properti REI Expo 2012 di JCC, terdapat sebuah pengembang yang menawarkan rumah murah seharga Rp 62 Juta. Dimana lokasinya?

Menurut salah seorang karyawan pengembang PT Karsa Agung, Arnold mengatakan pengembangnya menawarkan rumah murah di kawasan Tangerang seharga Rp 62 juta dengan tipe 23/60.

"Kalau di kita 36/72 dari 80-90 juta, yang tipe 23/60 harganya Rp 65 juta, itu lokasinya di Tangerang dengan pengembang PT Karsa Agung," ungkapnya kepada detikFinance, Senin (7/5/2012).

Untuk uang muka yang ditawarkan juga sangat terjangkau yakni sebesar Rp 1 juta dengan cicilan sebesar Rp 600.000-an selama 20 tahun dengan bungan 7,25% untuk tipe 23/60. Selain menawarkan tipe rumah tersebut, pengembang perumahan Griya Tangerang Asri ini juga menawarkan berbagai tipe rumah murah yaitu tipe 30/72 seharga Rp 81 juta dan tipe 36/70 seharga Rp 90 juta.

Arnold juga mengatakan kebanyakan para calon pembeli rumah murah ini berasal dari kalangan profesi karyawan dan buruh. "Kalau ini kalangan yang masih muda dan pekerjaannya standar lah, biasanya karyawan dan buruh," tutupnya.

detik.com

Setyo Maharso: 40% rumah di Bali dimiliki orang asing walau payung hukumnya tidak ada

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menolak usulan pemerintah agar orang asing punya hak kepemilikan properti di Indonesia. Namun kenyataannya 40% properti di Bali dimiliki oleh orang asing.

Ketua Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, undang-undang kepemilikan properti untuk orang asing tidak ada, namun di Bali 30-40% dikuasai asing tanpa bisa dibuktikan legalisasinya.

"Sampai sekarang orang asing tidak boleh miliki properti di Indonesia, orang asing hanya punya hak sewa dan hak pakai, tetapi di Bali sekitar 30%-40% dikuasasi oleh asing tanpa bisa dibuktikan asas legalitasnya," ujar Setyo ketika ditemui pada Pameran REI Expo 2012, di Jakarta Convention Center, Sabtu (5/5/2012).

Menurut Setyo, banyaknya properti yang dikuasai oleh asing karena orang asing tersebut kawin dengan orang Indonesia khususnya orang asal Bali.

"Dia (orang asing) kawin dengan orang Bali, jadi beli rumah, ini yang sulit, dan pembuktian legalitasnya juga tidak ada, dan pada dasarnya orang asing tidak boleh miliki properti," ujar Setyo.

Kondisi ini seharusnya harus diperbaiki, jangan sampai banyak warga Indonesia yang masih banyak membutuhkan rumah namum di Indonesia properti banyak dimiliki oleh asing.

"Ini yang harus kita pagari, jangan sampai properti di Indonesia juga dikuasasi oleh asing, asing hanya sewa, kalau memiliki tidak boleh," tukasnya.

Sebelumnya pemerintah ingin memberikan kesempatan kepada warga asing untuk memiliki properti atau hunian hak milik dan tidak hanya sekedar sewa, namun keinginan tersebut kandas karena DPR menolak usulan tersebut dan menegaskan dalam UU Perumahan dan Kawasan Pemukiman orang asing tidak boleh memiliki properti atas hak milik.

detik.com

Rumah Rp70juta dijual di REI Expo

Kebutuhan akan rumah di Indonesia sangat tinggi, bahkan hasil Sensus Nasional Indonesia menyatakan kekurangan pasokan rumah (backlog) di Indonesia mencapai 13 juta unit rumah. Bagi yang berminat beli rumah murah Rp 70-Rp 100 juta, datang saja ke REI Expo di JCC, Senayan 5-12 Mei 2012.

"Pameran ini terkesan mewah kalau dilihat dari stand-stand-nya yang bagus. Tapi di sini banyak juga pengembang yang jual rumah Rp 70-Rp 100 juta untuk rumah sejahtera tapak," kata Ketua Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso, ketika ditemui di REI Expo, JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/5/2012).

Menurut Setyo, dari 3.000 anggota REI, sebanyak 60% mengerjakan rumah sederhana tapak dengan harga mulai Rp 70-Rp 100 juta.

"Kita juga terus berkomitmen untuk menyediakan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mengurangi backlog yang hampir tiap tahun sebesar 700.000 unit," ujar Setyo.

Ke depan Setyo berencana untuk mengadakan pameran khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi fokus Kementerian Perumahan Rakyat.

Di tempat yang sama, Asisten Deputi Perumahan Formal Kemenpera, Lukman Hakim, mengatakan kebutuhan akan rumah sangat tinggi. Lewat dukungan antara pemerintah dan pengembang, kebutuhan rumah yang sangat tinggi bisa teratasi sedikit demi sedikit.

"Kami mendukung jika nantinya ada suatu pameran khusus rumah untuk MBR. Tapi sebenarnya kalau untuk rumah sejahtera tapak yang harganya sekitar Rp 70-Rp 100 juta, tanpa pameran atau tanpa dipromosikan pun sangat laku sekali. Bahkan pengembangnya baru ajukan izin saja sudah habis terjual padahal belum dibangun, ini artinya kebutuhan akan rumah saat ini sangat tinggi sekali," tukas Lukman.

Ditambahkan Setyo, selain pameran kali ini, pihaknya pada Oktober 2012 nanti akan menggeral pameran properti di 24 kota serentak dan rencananya juga akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhonoyo.

detik.com

http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/rumah-rp70juta-dijual-di-rei-expo.html

Djan Faridz: Demi janji SBY pada buruh, Kemenpera tahun ini siapkan Rp200M untuk bangun rumah murah

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) siap menggelontorkan Rp 200 miliar untuk membangun rumah sakit untuk buruh tahun ini. Pembangunan RS ini merupakan bagian dari realisasi janji Presiden SBY untuk kesejahteraan para buruh Indonesia.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan pihaknya siap membangun RS di Jabodetabek dengan anggaran Rp 200 miliar. Dari anggaran tersebut, Djan memperkirakan sekitar 5 buah RS bisa dibangun pada tahun ini.

"RS itu Jabodetabek anggarannya Rp 200 miliar, untuk tahun ini. Tadinya 3, tapi dengan anggaran segitu, mungkin bisa 5 RS, di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, kalau 5 ideal " ujar Djan saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Djan menyatakan pembangunan RS tersebut akan dimulai di Jakarta untuk pertama kali. Namun, saat ini proses tersebut masih pada tahap perencanaan untuk menetapkan lahan. "Ini kita lagi panggil bupati-bupati," ujarnya.

RS tersebut disediakan bersama fasilitasnya, namun minus fasilitas melahirkan. Hal yang sangat diperhatikan dalam pembangunan RS ini adalah fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD).

"RS-nya besar, cuma tidak ada untuk orang hamil karena buruh kan tidak hamil. Buruh perempuan masa hamil lagi kerja?" ujarnya.

"Fasilitas lengkap, semua ada. tapi terutama yang paling besar unit gawat darurat untuk kecelakaan karena buruh kan yang paling problemnya itu di kecelakaan, itu yang kita besarkan fasilitas itu," tambahnya.

Nantinya, Djan menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Jamsostek untuk memberikan anggaran perawatan bagi buruh.

"Iya kerjasama dengan Jamsostek, nanti RS itu hidup dari iuran Jamsostek. Kan buruh dapat jaminan dari Jamsostek. pengobatan, biaya pengobatan itu dibayarkan setiap bulan ke rumah sakit, biayanya lump sum. Anggarannya ada tapi ini yang bapak presiden sudah perintahkan untuk segera dibangun, ini lagi didesain," pungkasnya.

detik.com



http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/djan-faridz-demi-janji-sby-pada-buruh.html

Harga tanah di Cipete-Jaksel banyak yang melonjak hingga 15% akibat dibangunnya flyover Antasari-Blok M

Harga tanah di sekitar lokasi pembangunan flyover atau jalan layang non tol Pangeran Antasari-Blok M, Jakarta Selatan terus merangkak naik hingga 15%. Namun ada beberapa titik justru harga tanahnya turun karena berdekatan dengan tiang beton proyek flyover.

Berdasarkan penelusuran detikFinance, di wilayah itu terjadi kenaikan harga tanah. Salah satu warga di Kelurahan Cipete Utara, mengatakan harga tanah di sekitar proyek flyover Antasari naik sekitar Rp 1 juta/m2 atau sekitar 15% dalam satu tahun.

"Tahun sekarang ada kenaikan, tahun lalu Rp 7 juta dan sekarang Rp 8 juta dari NJOP (nilai jual objek pajak)," ungkap sumber itu kepada detikFinance, Minggu (6/5/2012).

Sementara salah satu petugas kelurahan Cipete Utara mengungkapkan adanya proyek flyover sepanjang 4,85 Km itu telah menaikkan nilai tanah di sekitar lokasi proyek. Petugas itu enggan menyebut besarnya kenaikan harga tanah, karena tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli.

"Kalau adanya proyek ini jelas ada kenaikan nilai tanah dengan sendirinya," sambungnya.

Sementara itu warga lain di sekitar lokasi proyek flyover Antasari malah mengeluhkan pembangunan proyek ini. Alasannya karena telah membuat kemacetan parah dan sedikit menurunkan harga jual tanah pada lokasi yang ada tiang pancang proyek flyover Antasari.

"Harga tanah pas adanya tiang turun," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Secara terpisah, harga tanah di lokasi pembangun Proyek Mass Rapid Transport (MRT) tahap 1 koriodor Selatan-Utara tepatnya disekitar lokasi stadion Lebak Bulus Jakarta Selatan masih belum ada tanda-tanda kenaikan.

Menurut salah ketua RT di kelurahan Lebak Bulus, M Yasin mengatakan kalau harga tanah di sekitar lokasi proyek MRT masih tetap di kisaran Rp 5 juta/m2. "Disini harganya masih biasa-biasa saja," kata Yasin.

Empat faktor kunci siklus investasi properti


Di kalangan investor, unit properti dikenal sebagai salah satu peranti investasi yang teraman. Betapa tidak, sebagai aset, hampir bisa dipastikan bahwa nilai sebuah properti selalu meningkat—terlepas dari intensitas kenaikan tersebut. Sekalipun nilai sebuah bangunan selalu menyusut, nilai kavling properti hampir pasti selalu naik.

Memang, sebagai peranti investasi, properti pun mengidap beberapa kelemahan. Semisal, aset properti bersifat tidak likuid alias tidak mudah dicairkan. Untuk menjual sebuah rumah, misalnya, perlu waktu setidaknya dua-tiga bulan.

Tapi, itu tidak mengurangi fakta bahwa properti adalah peranti investasi teraman: tidak seperti investasi surat berharga seperti saham yang bisa saja nilainya mendadak turun drastis.

Kemudian, di kalangan pemula awal investasi properti, sering ada pertanyaan sebagai berikut: kapan sebaiknya investasi properti dilakukan saat dana tersedia?

Untuk itu, ada baiknya kita memahami siklus investasi properti. Dengan pemahaman itu, kita akan tahu momentum yang tepat untuk masuk ke ranah investasi properti.

Dalam buku 108 Tanya Jawab Investasi dan Bisnis Properti, pengamat properti Joko Salim menjelaskan sejumlah hal tentang siklus investasi properti. Mari kita ikuti.

1. Kondisi Ekonomi Makro
Saat perekonomian makro membaik, sudah tentu permintaan terhadap properti meningkat banyak. Otomatis, hal itu menaikkan harga properti.
Sementara, saat ekonomi makro sebuah negara lesu, hal yang sebaliknya sudah tentu terjadi. Permintaan menurun sehingga harga properti menurun ataupun stagnan.

2. Tingkat Suku Bunga Perbankan
Saat tingkat suku bunga perbankan tinggi, para investor memilih tidak membeli properti. Itu demi menghindari bunga tinggi yang berpotensi mengurangi tingkat keuntungan pembelian properti; itu terjadi bila membeli properti melalui kredit dari bank.
Mereka memilih menyimpan uang di bank dan mereguk bunga tinggi.
Kemudian, saat suku  bunga bank rendah, investor properti cenderung menghindari menyimpan uang di laci para bankir. Dan beralih membeli properti melalui kredit dari bank karena, selain tingkat bunga rendah, permintaan terhadap properti juga tengah tinggi sehingga harganya lekas naik.
3. Lokasi
Lokasi properti terkait erat dengan tingkat kenaikan harganya. Bila lokasi properti bagus dan banyak diminati konsumen, otomatis harganya cepat naik.
4. Perencanaan Kota
Perhatikan tata kota di masa mendatang. Saat lokasi properti kelak menjadi area bisnis ataupun komersial, hampir pasti bahwa itulah lokasi yang bagus.

Empat faktor siklus investasi tersebut terkait satu sama lain dalam investasi properti. Carilah properti berlokasi bagus; sesuaikan dengan perencanaan kawasan.

Kemudian, belilah saat kondisi ekonomi makro melesu dan harga properti turun atuapun stagnan.
Dan, segerala melego properti itu saat ekonomi makro cerah karena harga peranti investasi tersebut menanjak.


jaringnews.com

http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/empat-faktor-kunci-siklus-investasi.html

Minggu, 06 Mei 2012

BI tetap pantau pembiayaan rumah bank syariah

Kendati belum menyertakan perbankan syariah dalam aturan Loan to Value (LTV), Bank Indonesia (BI) akan tetap menjaga kualitas pembiayaan perumahan di perbankan syariah.

"Kita tidak mau pembiayaan perumahan di syariah dijadikan spekulasi. Kalau untuk yang produktif dan untuk yang belum punya rumah itu bagus," ujar Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Edy Setiadi, Jumat (4/5).

Walau tak menyebut angka, namun sejauh ini BI melihat porsi pembiayaan perumahan di perbankan syariah masih relatif lebih besar untuk tipe rumah yang kecil.

"Porsi pembiayaan perumahan di perbankan syariah masih jauh di bawah 10% jadi masih sangat kecil," ungkap Edy.

Hal tersebut selain juga karena industri perbankan syariah yang baru bertumbuh, khususnya di sisi pembiayaan perumahan, menjadi alasan BI belum mengatur batasan LTV di perbankan syariah.

Ia menambahkan, BI akan terus mengevaluasi penyaluran pembiayaan perbankan syariah di sektor perumahan, termasuk tingkat rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF)

BTN kini kesulitan salurkan kredit FLPP dengan sistem baru

Ilustrasi
Pihak perbankan mengaku kesulitan menyalurkan pembiayaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kesulitan tersebut disebabkan pasokan rumah dengan skema FLPP terbatas.

Kami kesulitan menyalurkan, karena unit yang ada saat ini tidak sesuai skema FLPP baru, seperti luasnya di bawah tipe 36 atau harga rumahnya di atas Rp 70 juta.
-- Irman Alvian Zahiruddin

Direktur Mortgage and Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara Tbk Irman Alvian Zahiruddin mengatakan, hingga triwulan I tahun 2012 BTN baru menyalurkan kredit FLPP sebanyak 2.500. Target BTN sendiri sebanyak 16.000 unit rumah.

"Kami kesulitan menyalurkan, karena unit yang ada saat ini tidak sesuai skema FLPP baru, seperti luasnya di bawah tipe 36 atau harga rumahnya di atas Rp 70 juta," katanya di Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Meski mengaku kesulitan, Irman mengatakan Bank BTN akan terus berkomitmen menyalurkan kredit FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pada kesempatan berbeda, kekhawatiran akan sedikitnya pasokan rumah dengan KPR FLPP sempat dikemukakan oleh Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Eko Budiwiyono. Menurutnya, salah satu kendala yang akan dihadapi Bank Pembangunan Daerah (BPD) karena ikut menyalurkan FLPP adalah kurangnya pasokan rumah di lapangan. Karena itu, ia berharap agar pengembang segera membangun rumah tipe 36 seperti aturan dalam FLPP.

Kuartal I 2012 jumlah KPR untuk rumah kedua meningkat

Tujuan Bank Indonesia (BI) mengatur loan to value (LTV) atau kenaikan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) adalah mengantisipasi terjadinya penggelembungan (bubble). Namun, dalam aturan itu, BI tidak membuat pengecualian perlakuan untuk KPR rumah kedua dan selanjutnya. Padahal, ancaman terbesar bubble justru dari ceruk ini. 

Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Yunita R. Sari mengatakan, aturan LTV berlaku untuk semua pembelian rumah. Tapi, bukan tidak mungkin, aturan LTV juga dikembangkan ke arah sana. "Sekarang kami masih lihat dulu efek aturan itu, kalau ada pengaruh, kami ambil langkah selanjutnya," katanya.

Di negara lain, seperti Singapura, Hong Kong dan China, aturan LTV untuk KPR pertama dan kedua memang berbeda. Kredit kedua dan seterusnya lebih ketat. Itu belum termasuk pengenaan pajak lebih tinggi bagi kepemilikan properti kedua. Ketiga negara itu melakukan pengetatan dengan dosis tinggi demi mengendalikan bubble.

Perbankan sudah mengantisipasi keadaan dengan tidak memperbesar KPR kedua. Bank Permata misalnya, porsi KPR kedua atau ketiga hanya 30% dari total KPR. Sisanya, untuk pembelian rumah pertama. "Kami memang mengalokasikan dana untuk KPR kedua dan seterusnya. Sejauh ini porsi itu sehat dan kami belum mau mengubahnya," kata Direktur Ritel Bank Permata, Lauren Sulistiawati.

Pada kuartal I-2012, Permata membukukan KPR senilai Rp 12 triliun. Artinya sekitar Rp 3,6 triliun merupakan KPR untuk rumah kedua.

Lauren bilang, nasabah mengajukan KPR kedua untuk investasi. Maklum, investasi properti saat ini sedang naik daun. Selain itu, nasabah juga mencari alternatif investasi lain dari deposito, emas, reksadana atau obligasi.

Nasabah yang meminta KPR untuk rumah kedua mayoritas nasabah prioritas. "Rata-rata permintaan rumah kedua itu tipe diatas 70% yang memang terkena aturan, tetapi itu tidak berpengaruh karena mereka punya dana," tambah Lauren.

Direktur Konsumer dan Ritel Bank BNI, Darmadi Sutanto, sependapat bahwa permintaan KPR untuk rumah kedua dan seterusnya untuk investasi, bukan untuk ditinggali. "Di BNI, satu debitur boleh meminta KPR sampai keempat kali, tetapi ada beberapa syarat tertentu yang harus dipenuhi debitur," kata Darmadi.

Antara lain, cicilan tidak boleh melebihi 40% dari penghasilan. Artinya, debitur harus menyiapkan uang muka kredit lebih tinggi lagi, atau angsuran bulanannya diperbesar lagi.

Selain itu, KPR untuk rumah kedua baru boleh diajukan setelah enam bulan akad kredit KPR pertama. Di BNI, sebagian besar KPR untuk rumah pertama.

Menurut Direktur Konsumer Bank Tabungan Negara (BTN), Irman A Zahiruddin, hampir 99% debitur BTN mengajukan KPR untuk tempat tinggal alias rumah pertama. Porsinya masih kecil karena BTN membidik pasar kredit rumah menengah ke bawah.

kontan.co.id


http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/kuartal-i-2012-jumlah-kpr-untuk-rumah.html

Jumat, 04 Mei 2012

Sewa perkantoran diprediksi naik hingga 20% tahun ini

Kota Jakarta tercatat sebagai kota di kawasan Asia Pasifik yang mengalami kenaikan harga sewa perkantoran tertinggi kuartal I tahun 2012. Selain Jakarta, kota Beijing di China juga tercatat sebagai kota yang mengalami kenaikan sewa perkantoran. 
Jones Lang LaSalle mencatat, kuartal I 2012, tarif sewa kantor grade A di Jakarta naik 7,9% menjadi US$ 207 per meter persegi (m2) dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Padahal, rata-rata di Asia Pasifik, kenaikan sewa perkantoran hanya 0,2%, melambat dari 0,9% pada kinerja sewa tahun sebelumnya.

Dari 27 negara yang disurvei oleh Jones Lang LaSalle, hanya 13 negara mengalami peningkatan tarif sewa, tiga negara statis, dan sebelas sisanya justru menurun.

Kenaikan harga perkantoran di Beijing dan Jakarta ini didukung oleh ekspansi yang cepat dari penyewa yang memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik. Itu sebabnya, tingkat kekosongan kantor turun di kedua kota ini.

Menurut Jones Lang LaSalle, permintaan untuk kantor di central business district (CBD) maupun non CBD Jakarta tetap kuat sampai kuartal I. "Perkiraan kami, tarif sewa akan naik 20% sepanjang tahun ini," ujar Angela Wibawa, Kepala Riset Kantor Sewa Jones Lang LaSalle dalam rilis yang diterima KONTAN, Jumat (4/5).

kontan.co.id

http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/sewa-perkantoran-diprediksi-naik-hingga.html

Ali Tranghanda: Pemerintah harus lakukan intervensi "lebih" agar MBR dapat rumah layak

Kontribusi pengembang besar untuk menyediakan hunian berimbang harus dijalankan, yakni pembangunan rumah mewah wajib juga diikuti dengan pembangunan rumah menengah, dan sederhana dalam satu wilayah.
-- Ali Tranghanda

Pemerintah harus segera melakukan intervensi untuk membantu rakyat memperoleh rumah. Di antaranya, subsidi dalam bentuk uang muka, subsidi harga rumah, serta penyediaan tanah oleh negara untuk perumahan rakyat.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, di Jakarta, Jumat (4/5/2012), mengemukakan, kenaikan harga bahan bangunan berpotensi menyulitkan rakyat untuk menjangkau rumah. Seperti diberitakan, harga bahan bangunan terus mengalami kenaikan. Pemerintah diminta segera melakukan intervensi dan proteksi kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap bisa menjangkau rumah layak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks harga perdagangan besar atau IHPB bahan bangunan pada bulan April 2012 mengalami kenaikan 0,61% jika dibandingkan bulan sebelumnya, yakni dari 205,47 pada Maret 2012 menjadi 206,72. Kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga selama April 2012 itu meliputi besi dan baja dasar 0,99%, aspal 0,85%, semen 0,83%, bahan bangunan dari logam 0,64%, dan barang galian segala jenis 0,57%.

"Kontribusi pengembang besar untuk menyediakan hunian berimbang harus dijalankan, yakni pembangunan rumah mewah wajib juga diikuti dengan pembangunan rumah menengah, dan sederhana dalam satu wilayah," ujarnya.

BPS mencatat, kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terjadi pada seluruh kelompok jenis bangunan. Andil kenaikan terbesar yakni kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal sebesar 0,29%. Sementara itu, kelompok pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan, kelompok bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum dan komunikasi, serta kelompok bangunan lainnya menyumbang kenaikan IHPB bahan bangunan masing-masing 0,02%. Sedangkan, kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian memberi andil 0,08%. 

Seperti diberitakan sebelumnya, peningkatan harga baja dan semen belakangan ini semakin berpengaruh terhadap sektor properti. Dampaknya semakin jelas, yaitu melonjaknya harga-harga properti di dalam negeri.

"Saya justru mengkhawatirkan pesatnya pembangunan properti dan infrastruktur akan mendongkrak harga bahan material, terutama baja dan semen," kata pengamat properti Panangian Simanungkalit di Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari