AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Tampilkan postingan dengan label Kredit Pemilikan Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kredit Pemilikan Rumah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2012

BTN Targetkan Pengucuran KPRS Rp32 Trilyun

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan KPR untuk tahun 2012 sekira Rp27-Rp32 triliun.

"Pembiayaan untuk KPR rencananya sebesar 24-27 persen dengan nomimal sekitar Rp27 triliun hingga Rp32 Triliun," ujar Direktur Consumer Bank Tabungan Negara BTN Irman A.Zahiruddin, di Gedung Askrindo Usai Merayakan HUT Askrindo ke 41, Senin (9/4/2012).

Minggu, 08 April 2012

Ali Tranghanda : Developer lebih merasa aman dengan "Cicilan Bertahap"

Shutterstock
Seperti sudah diketahui, untuk membeli properti ada banyak cara pembayarannya, mulai pembayaran secara tunai (cash) keras, tunai bertahap, dan KPR. Bahkan, meskipun masih menulai polemik, Pemerintah saat ini memfasilitasi pembiayaan KPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Namun, dari banyaknya cara pembayaran itu, pengembang merasa aman dengan cara cicilan bertahap. Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan, pengembang merasa aman dengan cara ini karena umumnya mereka tidak banyak berhubungan dengan perbankan. Hal itu berbeda dengan pembayaran melalui skema KPR, karena suku bunga bank sangat berpengaruh.

Sabtu, 07 April 2012

BNI Salurkan KPR Rp 1,8 Triliun Dalam 3 Bulan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengucurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 1,8 triliun selama 3 bulan pertama di 2012. Pertumbuhan KPR tersebut didorong oleh rendahnya bunga yang rata-rata sebesar 9%. BNI juga tengah memberikan promo bunga murah 7% fixed selama satu tahun.

"Pertumbuhan KPR selama 3 bulan mencapai Rp 1,8 triliun. Total kredit KPR mencapai Rp 19,8 triliun," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto di EX Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (5/4/2012).

Kamis, 05 April 2012

Mandiri pertahankan suku bunga dasar KPR 10,75%

Bank BUMN berkapitalisasi terbesar PT Bank Mandiri Tbk mempertahankan suku bunga dasar kredit (prime lending rate) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) pada level 10,75%.

Keputusan Mandiri yang berlaku per 30 Maret 2012 ini kian mempersempit selisih suku bunga dasar kredit KPR-nya dengan suku bunga dasar kredit KPR saingan terdekatnya, PT Bank Central Asia Tbk.

KPR & KPA naik 33% Menembus Angka Rp191 Triliun

Pengucuran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) hingga Februari 2012 telah mencapai Rp 191,17 triliun. Angka ini mengalami kenaikan hingga 33% jika dibandingkan pada Februari 2011 yang hanya mencapai Rp 143,51 triliun.

Seperti dikutip detikFinance dari situs Bank Indonesia (BI) Kamis (5/4/2012) kredit segmen properti KPR dan KPA ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya.

Bank BUMN paling banyak menyalurkan KPA dan KPR yakni mencapai Rp 93,40 triliun. Kemudian disusul dengan Bank Swasta Nasional yang mengucurkan kredit KPR dan KPA hingga Rp 83,52 triliun.

REI Jambi: Persayaratan FLPP BRI memberatkan nasabah

JAMBI. Sebagai bank yang ditunjuk Kemenpera untuk penyalur pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diminta untuk segera beraksi. Sebab, langkah ini diyakini mampu mengakomodir para konsumen yang ingin mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) Subsidi.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jambi, Priyo Setyono menghitung secara nasional BRI mendapatkan kuota penyaluran KPR subsidi lebih banyak dibandingkan dengan bank lainnya.

Selasa, 03 April 2012

Perumnas siapkan 100 ribu rumah murah

Perum Perumnas ditugaskan pemerintah untuk membangun rumah murah sederhana di 50 kab/kota di seluruh Indonesia. Rumah murah gagasan pemerintah versi Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) adalah rumah yang biaya bangunannya hanya Rp 25 juta di luar tanah.

Kemenpera, Kementerian Dalam Negeri, Perumnas, Gubernur, BRI, Walikota dan Kabupaten mengadakan penandatanagan dalam rangka mepercepat program pemerintah membangun rumah murah.

Dirut Perumnas Himawan Arief Sugoto menyatakan kesanggupannya untuk membangun rumah murah sederhana di Seluruh Indonesia.

BRI 'backup' Perumnas salurkan KPR Rp30 Trilyun

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menggandeng Perumnas menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah lewat pemberian Kredit Konstruksi untuk pembangunan perumahan dan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera (KPRS).

Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali mengungkapkan BRI telah menyiapkan fasilitas untuk konsumen Perumnas melalui program KPRS dengan bunga yang rendah. Sekedar catatan, KPRS merupakan realisasi dari Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang tengah digencarkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat.

Senin, 02 April 2012

Gelisah...Pengembang Gulirkan KPR Griya Idaman!

Karena aturan baru Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dinilai memberatkan, pengembang bekerjasama dengan perbankan untuk menggulirkan KPR Griya Idaman. Aturan FLPP baru dengan skema rumah tipe 36 meter persegi seharga Rp 70 juta sulit diwujudkan.

Pada tahun ke sembilan masyarakat bisa mencicil sekitar Rp 900.000.
-- Setyo Maharso

Pembatasan Uang Muka Harusnya pada Harga Jual

Ketua umum DPP Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso menilai, aturan Bank Indonesia (BI) tentang kenaikan uang muka atau down payment (DP) 30 % kredit pemilikan rumah (KPR) tidak adil. Harusnya, aturan loan to value ini membatasi pada harga jual, bukan tipe rumah.

Tipe rumah 70 meter persegi itu berbeda-beda di setiap daerah. Rumah seharga Rp 300 juta - Rp 400 juta di Pulau Jawa berbeda dengan luar Jawa, tergantung skala ekonomi tiap wilayahnya.
-- Setyo Maharso

BCA patok suku bunga KPR 9,5%

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan suku bunga kredit dasar (prime lending rate) untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar 9,5 persen per 31 Maret 2012.

Hal tersebut disampaikan manajemen BCA dalam keterangan resmi yang dipublikasikan, di Jakarta, Senin (2/4/2012).

Dengan catatan, suku bunga dasar kredit (SBDK) ini belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur. Maka demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Palembang: BRI Syariah targetkan Rp36M untuk KPR

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Pesero) Tbk cabang induk Palembang menargetkan realisasi pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp35 miliar dalam waktu tiga bulan. Target ini didasari oleh bergeloranya perumahan di Kota Empek-Empek, selepas adanya hajatan SEA Games.

Hal ini dikemukakan Consumer Marketing Manager PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah Kantor Cabang Induk (KCI) Palembang Afandi Abdullah. Afandi menegaskan, pihaknya sangat optimistis target realisasi itu akan tercapai, mengingat kebutuhan rumah hunian di kota Palembang.

Makassar: Raimond Arfandy Dukung KPR Griya Idaman

Real Estate Indonesia (REI) Sulsel siap meluncurkan produk fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Griya Idaman. KPR Griya Idaman diluncurkan untuk menyiasati sulitnya membangun rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD REI) Sulsel Raimond Arfandy mengatakan, rumah FLPP yang diluncurkan pemerintah, dari segi harga sulit direalisasikan oleh pengembang. “Sebab pemerintah mewajibkan rumah FLPP nilai jualnya harus Rp70 juta,”ujar Raimond di Makassar,kemarin. Sedangkan biaya produksi rumah tipe 36 yang diharuskan dalam program tersebut saat ini sudahmencapaiRp70jutalebih. “Makanya REI menawarkan KPR Griya Idaman,”katanya.

REI: DP KPR 30 % Tidak Adil

Ketentuan down payment (DP) alias uang muka 30% KPR pada industri perbankan dianggap pengembang tidak adil. Alasan pencegahan bubble dengan pengetatan aturan uang muka oleh Bank Indonesia (BI) pun dianggap tidak masuk akal. Industri properti Indonesia jauh dari bubble dari format pembiayaan rumah tidak kembali diagunkan seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Ketua Umum REI, Setyo Maharso menilai, batasan tipe 70m2 yang terkena aturan DP 30% dianggap kurang tepat. Pasalnya ini berlaku nasional, sedangkan skala ekonomi tiap daerah tentu berbeda.

BNI siapkan "budget" Rp 26 Triliun untuk KPR di tahun 2012

Bisnis pembiayaan perumahan dianggap PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masih menjanjikan. Pertumbuhan KPR perseroan akan kembali menggeliat 27%-28% tahun 2012.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwond menerangkan, perseroan merupakan pemain baru dalam bisnis KPR. Ke depan, bisnis ini akan terus berkembang dengan pengembangan sistem dan SDM pada seluruh wilayah.

"Kami ini pemain baru. Namun bisnis ini masih sangat baik. Dimana portofolio kami sampai akhir tahun lalu mencapai Rp 18 triliun, terjadi penumbuhan 50% dibandingkan sebelumnya," kata Gatot di sela-sela gala dinner perayaan ulang tahun ke-40 REI, di Manado, Sabtu (31/3/2012) malam.

Suku Bunga KPR Sejak Januari-Maret 2012

Bank Indonesia (BI) kembali merilis daftar suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan teranyar. Rata-rata suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) berdasarkan data terakhir mencapai 10,62%.

Pengamat perbankan sekaligus Komisaris PT Bank Mandiri Tbk, Krisna Wijaya mengatakan suku bunga KPR perbankan memang terendah sejak merdeka. Namun perbankan perlu tetap menjalankan prinsip kehati-hatian.

Minggu, 01 April 2012

BNI Griya tawarkan kemudahan KPR

Membeli rumah melalui KPR tidak sesulit yang dibayangkan. Apalagi, bila Anda mengajukan KPR pada bank-bank dengan reputasi yahud, syarat dan ketentuan akan dijelaskan dengan detail.

Ada banyak pertanyaan yang umumnya mengemuka di saat seseorang hendak mengambil KPR. Semisal, apakah KPR bisa diambil oleh orang yang belum menikah? Berapa persen uang mukanya? Apakah KPR hanya dapat diajukan untuk membeli rumah yang pengembangnya ditunjuk oleh bank? Bisakah KPR untuk membeli rumah seken dan kemudian direnovasi?

Jumat, 30 Maret 2012

BCA targetkan pertumbuhan KPR lampaui 20%

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) optimsi meski ada perlambatan di sisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) paska penerapan aturan uang muka KKB dan KPR, tidak berdampak negatif bagi pertumbuhan total kredit BCA tahun ini.

"Memang dari semula target pertumbuhan tidak kami pasang 30% seperti tahun lalu, tapi masih di kisaran 20%-22%. Jadi, kalaupun di KPR/KKB ada penurunan target masih bisa tercapai," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Kamis (29/3).

Kamis, 29 Maret 2012

Ada Lagi yang Mau Salurkan Kredit Rumah Subsidi?

Saat ini kebutuhan rumah baru setiap tahunnya masih
tertinggal dengan jumlah pasokan yang dapat disediakan
pengembang per tahun.
Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengutarakan harapannya agar semakin banyak perbankan turut serta dalam menyalurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Saat ini kebutuhan rumah baru setiap tahunnya masih tertinggal dengan jumlah pasokan yang dapat disediakan pengembang per tahun.
-- Eddi Ganefo

Bank Muamalat Ikut Salurkan Kredit Rumah Subsidi

Setelah lima bank menyatakan siap menyalurkan program rumah bersubsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk menjadi peserta keenam yang ikut menyalurkan.

Hal ini kami harapkan dapat meningkatkan customer base secara signifikan guna mengakselerasi pertumbuhan bisnis kami.
-- Arviyan Arifin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari