AB Property
AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.
Tampilkan postingan dengan label Harga Bahan Bangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga Bahan Bangunan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Oktober 2013
Jumat, 04 Mei 2012
Ali Tranghanda: Pemerintah harus lakukan intervensi "lebih" agar MBR dapat rumah layak
Kontribusi pengembang besar untuk menyediakan hunian
berimbang harus dijalankan, yakni pembangunan rumah mewah wajib juga
diikuti dengan pembangunan rumah menengah, dan sederhana dalam satu
wilayah.
-- Ali Tranghanda
Pemerintah harus segera melakukan intervensi untuk membantu rakyat
memperoleh rumah. Di antaranya, subsidi dalam bentuk uang muka, subsidi
harga rumah, serta penyediaan tanah oleh negara untuk perumahan
rakyat.
Direktur Eksekutif Indonesia Property
Watch Ali Tranghanda, di Jakarta, Jumat (4/5/2012), mengemukakan,
kenaikan harga bahan bangunan berpotensi menyulitkan rakyat untuk
menjangkau rumah. Seperti diberitakan, harga bahan bangunan terus
mengalami kenaikan. Pemerintah diminta segera melakukan intervensi dan
proteksi kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap bisa
menjangkau rumah layak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik,
indeks harga perdagangan besar atau IHPB bahan bangunan pada bulan
April 2012 mengalami kenaikan 0,61% jika dibandingkan bulan sebelumnya,
yakni dari 205,47 pada Maret 2012 menjadi 206,72. Kelompok bahan
bangunan yang mengalami kenaikan harga selama April 2012 itu meliputi
besi dan baja dasar 0,99%, aspal 0,85%, semen 0,83%, bahan bangunan
dari logam 0,64%, dan barang galian segala jenis 0,57%.
"Kontribusi
pengembang besar untuk menyediakan hunian berimbang harus dijalankan,
yakni pembangunan rumah mewah wajib juga diikuti dengan pembangunan
rumah menengah, dan sederhana dalam satu wilayah," ujarnya.
BPS
mencatat, kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terjadi pada seluruh
kelompok jenis bangunan. Andil kenaikan terbesar yakni kelompok bangunan
tempat tinggal dan bukan tempat tinggal sebesar 0,29%. Sementara itu,
kelompok pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan, kelompok
bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum dan komunikasi, serta
kelompok bangunan lainnya menyumbang kenaikan IHPB bahan bangunan
masing-masing 0,02%. Sedangkan, kelompok bangunan pekerjaan umum untuk
pertanian memberi andil 0,08%.
Seperti diberitakan sebelumnya,
peningkatan harga baja dan semen belakangan ini semakin berpengaruh
terhadap sektor properti. Dampaknya semakin jelas, yaitu melonjaknya
harga-harga properti di dalam negeri.
"Saya justru mengkhawatirkan
pesatnya pembangunan properti dan infrastruktur akan mendongkrak harga
bahan material, terutama baja dan semen," kata pengamat properti
Panangian Simanungkalit di Jakarta, Jumat (4/5/2012).
Panangian Simanungkalit: Pesatnya pembangunan properti & infrastruktur akan mendongkrak harga bahan bangunan
Saya justru mengkhawatirkan pesatnya pembangunan properti dan infrastruktur akan mendongkrak harga bahan material, terutama baja dan semen.
-- Panangian Simanungkalit
Peningkatan harga baja dan semen belakangan ini semakin berpengaruh
terhadap sektor properti. Dampaknya semakin jelas, yaitu melonjaknya
harga-harga properti di dalam negeri.
"Saya justru mengkhawatirkan pesatnya
pembangunan properti dan infrastruktur akan mendongkrak harga bahan
material, terutama baja dan semen," kata pengamat properti Panangian
Simanungkalit di Jakarta, Jumat (4/5/2012).
Saat ini harga baja
konstruksi naik dari Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 8.000 per
kilogram, sementara harga semen dari Rp 45.000 menjadi Rp 55.000 per
kantong. Menurut Panangian, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas
politik di dalam negeri yang relatif terjaga menjadi pendorong
kebangkitan sektor properti. Kemajuan ini juga dapat menjadi salah satu
pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tidak bisa dibandingkan
dengan Singapura, Malaysia, atau Hong Kong. Ketiganya selama ini
mengandalkan pasar global untuk memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya
properti. Ketika dunia mengalami krisis, mereka langsung kena
dampaknya," paparnya.
Untuk itu, ia mengatakan, pemerintah harus
menjaga kestabilan harga bahan material untuk mempertahankan pertumbuhan
sektor properti. Lebih lanjut ia menjelaskan, sektor perbankan
diharapkan memperhatikan prinsip kehati-hatian, sehingga kredit
pemilikan rumah (KPR) diberikan memang bagi mereka yang layak untuk
menerima pinjaman.
"Pemerintah harus memberikan insentif bagi
pengembang seperti kemudahan perizinan dan pajak, guna mengurangi beban
biaya tinggi di sektor properti," ujarnya.
Panangian menambahkan, fundamental keuangan pengembang yang lebih baik sangat mempengaruhi bisnis properti nasional.
"Krisis
global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa tidak akan mempengaruhi
pasar properti nasional. Harga properti juga tidak anjlok, malahan
semakin naik," ujarnya.
kompas.com
http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/panangian-simanungkalit-pesatnya.html
http://serbaserbiproperti-abproperty.blogspot.com/2012/05/panangian-simanungkalit-pesatnya.html
Jumat, 13 April 2012
Harga semen "dimainkan" oleh spekulan?
Ketidakpastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu
lalu, rupanya dimanfaatkan oleh para spekulan. Mereka "memainkan" harga
material bangunan menjadi lebih mahal dari harga pabrik.
"Semen
itu sudah naik sebelum kenaikan harga BBM diputuskan. Ini ada permainan
dari para spekulan, harga semen jadi naik sementara stok terbatas," kata
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh
Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, ketika dihubungi KOMPAS.com di Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Spekulan
mengakali harga semen Rp 62.000 - Rp 65.000 per sak, sementara harga
pabrik masih berada pada Rp 52.000 - Rp 55.000 per sak.
Jumat, 06 April 2012
Harga BBM Naik Picu Kenaikan Harga Bahan Bangunan
Managing Director Strategy and Service PT Sinar Mas Land, Ishak
Chandra melihat rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) turut mempengaruhi harga bahan bangunan.
Bahkan, dua bulan
sebelum rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi per 1 April lalu,
harga bahan dan barang bangunan justru sudah melonjak rata-rata 5
hingga 10 persen.
“Otomatis. Indonesia lucu, 2 bulan, tiga bulan
lagi naikinnya sudah pada naik harga-harganya. Naturaly, naik harga
sebulan sebelum kenaikan,” kata Ishak saat ditemui di Hotel Le Grandeur
Mangga Dua, Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Kamis, 05 April 2012
Malang: BBM baru rencana naik, harga bahan bangunan & biaya tukang sudah naik
Selain harga material bangunan yang terus melonjak, ongkos tukang
bangunan juga naik. Harga tukang semula per meter persegi, sekitar Rp
225 ribu, kini menjadi Rp 300 ribu.
MALANG - Akibat semua material bangunan
naik, pengembang perumahan langsung menaikkan harga jual perumahan
hingga 20%. Hal itu terjadi ada rencana kenaikan harga BBM, walaupun
saat ini belum terealisasi.
Senin, 02 April 2012
BBM belum naik, besi sudah naik Rp200/kg
Dampak rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tidak hanya ditandai dengan demonstrasi besar-besaran. Di sisi lain, wacana yang diusung pemerintahan SBY ini juga sudah mendongkrak harga-harga material bangunan. “Harga BBM belum naik, tetapi harga material sudah naik duluan. Selain harga pasir dan semen, harga besi pun sudah naik Rp200 per kilogramnya,” jelas Jimmy Salim, Direktur U Residence Karawaci, Kamis (29/3) lalu.
Kenaikan harga material tentu berpengaruh pada harga jual properti. Sebagian pihak tentu akan menangguhkan niatnya membeli properti. Namun, Jimmy berani mengatakan bahwa sekarang adalah saat yang baik untuk berinvestasi properti. “Harga properti di Indonesia masih lebih rendah dibanding dengan negara tetangga. Saya memprediksi dua tahun lagi harga properti bakal naik signifikan. Dan saat itu, sudah telat jika ingin investasi,” tegasnya.
Kenaikan harga material tentu berpengaruh pada harga jual properti. Sebagian pihak tentu akan menangguhkan niatnya membeli properti. Namun, Jimmy berani mengatakan bahwa sekarang adalah saat yang baik untuk berinvestasi properti. “Harga properti di Indonesia masih lebih rendah dibanding dengan negara tetangga. Saya memprediksi dua tahun lagi harga properti bakal naik signifikan. Dan saat itu, sudah telat jika ingin investasi,” tegasnya.
Pengembang 'Ujung' Indonesia Masih Sulit Akses Bahan Bangunan
Ambon -
Pemerataan distribusi bahan bangunan belum sepenuhnya terealisasi.
Wilayah-wilayah ujung Indonesia menghadapi kesulitan suplai
masing-masing.
Seperti yang dialami Ketua DPD Provinsi Papua dan
Papua Barat, SM. Poerbaraya. Ia mengaku kesulitan mengakses semen. Harga
termurah wilayah timur Indonesia mencapai Rp 90 ribu per sak, dan itu
terjadi pada wilayah Jayapura. Bahkan yang terbesar mencapai Rp 1,2 juta
per sak.
"Papua itu utamanya semen. Jayapura Rp 90 ribu. Lebih
jauh, Wamena yang dapat diakses 45 menit dari Jayapura harga Rp 500 ribu
per sak. Kalau di pegunungan, pada puncak Jaya (Jayawijaya) mencapai Rp
1,2 juta per sak. Kalau mau pembanding Solo (pulau Jawa) harganya Rp 42
ribu," kata Poerbaraya di sela-sela ulang tahun ke-40 REI di Ambon,
Sabtu (31/3/2012).
Jumat, 30 Maret 2012
Djoko Kirmanto: Bahan Bangunan Rawan Ditimbun
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengkhawatirkan terjadinya
penimbunan bahan-bahan bangunan termasuk untuk kepentingan inrastruktur.
Khususnya menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
Pasalnya jika itu terjadi, selain terjadi kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga, kondisi tersebut juga bakal menghambat kinerja pembangunan infrastruktur salah satunya aspal dan lainnya.
Menurut Djoko seperti tahun lalu, permintaan aspal tinggi namun pasokannya minim, hal ini menyebabkan harga aspal melonjak. Apalagi saat ini ada rencana kenaikan BBM.
Pasalnya jika itu terjadi, selain terjadi kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga, kondisi tersebut juga bakal menghambat kinerja pembangunan infrastruktur salah satunya aspal dan lainnya.
Menurut Djoko seperti tahun lalu, permintaan aspal tinggi namun pasokannya minim, hal ini menyebabkan harga aspal melonjak. Apalagi saat ini ada rencana kenaikan BBM.
Rabu, 21 Maret 2012
DAFTAR HARGA BAHAN BANGUNAN Hingga Maret 2012 (sebelum kenaikan BBM)
Kami membuka peluang kepada semua Toko Bahan Bangunan di seluruh Indonesia untuk kami iklankan di www.abproperty.tk bila membantu kami dengan daftar harga2 di toko bahan bangunan Anda.
Untuk lebih validnya data ini, kami memohon Anda sudi melakukan koreksi dan mengirimkan data2 tersebut ke email kami: absetyawan@abproperty.tk atau admin@abproperty.tk.
Untuk lebih validnya data ini, kami memohon Anda sudi melakukan koreksi dan mengirimkan data2 tersebut ke email kami: absetyawan@abproperty.tk atau admin@abproperty.tk.
Semen Cibinong (kujang) (50 kg) Rp 53.500
Semen Tiga Roda (50 kg) Rp 55.000
Semen Tiga Roda Putih (40 kg) Rp 73.000
Semen Gresik (50 kg) Rp 53.500
Semen Holcim Rp 54.000
BESI BETON
Diameter 6mm (12m) Rp 22.000
Diameter 8mm (12m) Rp 35.000
Diameter 10mm (12m) Rp 47.500
Diameter 12mm (12m) Rp 70.000
Diameter 16mm (12m) Rp 135.000
Cari Properti
Custom Search





















