AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Sabtu, 14 April 2012

DPR Desak Pemerintah Bangun Rusun di Kawasan Segitiga Emas

Adanya kasus rumah susun sewa (rusunawa) yang terbengkalai di kawasan pinggiran kota seperti rusun Marunda Jakarta Utara membuat gerah kalangan DPR. Rumah susun yang lokasinya pinggiran Jakarta juga bisa menimbulkan kemacetan dan membuat tata kota Jakarta semakin buruk.

Kalangan DPR mendorong pemerintah mengkonsentrasikan pembangunan rumah susun di tengah kota seperti kawasan segitigas emas mencakup Kuningan, Sudirman dan Thamrin. Meskipun membangun rusunawa atau rusunami di pusat kota akan terbentur dengan ketersedian dan tingginya harga tanah.

43 Twin Block Rusun Terlantar Akhirnya Siap Ditempati

Akhirnya nasib sebanyak 43 twin block rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang sempat dibangun pemerintah namun tak ditempati akhirnya bakal diisi. Salah satu rusun yang menganggur tak berpenghuni antaralain rusunawa di Marunda Jakarta Utara.

"Sebanyak 43 Twin Block sedang dalam proses penghunian, termasuk perbaikan bangunan antara lain yang di DKI Jakarta, dan ditargetkan dihuni tahun ini (27 twin block)," kata Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Amwazi Idrus kepada detikFinance, Jumat (13/4/2012)

JK Sindir Pemerintah Banyak Mengeluh Soal Pembangunan Rusun

"...perizinannya juga kurang jelas. Waktu itu pernah ada satu rusun sudah dipancang oleh Wapres (JK) tapi bulan depannya disegel. Lalu soal retribusi, masih soal perizinan juga retribusi ini 50%. Tapi faktanya untuk itu butuh rekomendasi. Rekomendasi juga butuh uang," 
Pangihutan.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan pemerintah harus segera menyelesaikan program rumah susun (rusun) 1.000 tower yang pernah ia gagas.

JK: Rusun di Pinggir Jakarta, Gaji Warga Habis Buat Ongkos

Pembangunan rumah susun di tengah kota Jakarta nampaknya kurang berhasil. Terlebih belum ada keberpihakan Pemkot Jakarta dalam hal hibah tanah, yang pernah diwacanakan sebelumnya.

Hasilnya, pengembang mulai membangun hunian vertikal di pinggiran kota. Padahal saat masyarakat tinggal jauh dari kota menjadi tidak efisien. Pasalnya gaji masyarakat akan habis untuk biaya transportasi.

UU Rusun Diganti karena Tak Sasar MBR

Rumah susun (rusun) yang dibangun di Indonesia hingga saat ini masih belum tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rusun juga dinilai belum dapat mengatasi jumlah backlog (kekurangan) perumahan yang mencapai angka 13,6 juta.

Untuk Kementerian PU, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Kementerian Dalam Negeri, bersama dengan Panitia Kerja RUU Rusun Komisi V DPR RI memutuskan mengganti UU No 16 Tahun 1985 menjadi UU No 20 Tahun 2011.

Jumat, 13 April 2012

Alam Sutera Realty incar bebaskan tanah 1000 hektar

Setelah menerbitkan obligasi senilai US$ 150 juta, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) bergerak cepat dan mengincar sejumlah lahan di wilayah Serpong dan Pasar Kemis, Tangerang. 

Nathan Tahugraha, Investor Relation ASRI mengatakan, akuisisi lahan di wilayah penunjang Jakarta tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga lima tahun ke depan sehingga ASRI akan memiliki satu township di wilayah Pasar Kemis, Tangerang.

BI: Bunga Kredit Terus Turun, Paling Murah KPR

Bank Indonesia (BI) mengklaim suku bunga kredit industri perbankan terus mengalami penurunan. Rata-rata suku bunga kredit tercatat di 12,42% atau turun 36 bps dari periode sebelumnya di Januari 2012.

BI mencatat rata-rata suku bunga dasar kredit (SBDK) per Februari 2012 yang ditawarkan bank terdiri dari kredit korporasi sebesar 10,06% , kredit ritel sebesar 11,40%, kredit kepemilikan rumah (KPR) 10,51% dan kredit non-KPR sebesar 11,05%.

Demikian dikutip detikFinance dari Laporan Tinjauan Kebijakan Moneter April 2012 di Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Harga semen "dimainkan" oleh spekulan?

Ketidakpastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, rupanya dimanfaatkan oleh para spekulan. Mereka "memainkan" harga material bangunan menjadi lebih mahal dari harga pabrik.

"Semen itu sudah naik sebelum kenaikan harga BBM diputuskan. Ini ada permainan dari para spekulan, harga semen jadi naik sementara stok terbatas," kata Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, ketika dihubungi KOMPAS.com di Jakarta, Selasa (10/4/2012).

Spekulan mengakali harga semen Rp 62.000 - Rp 65.000 per sak, sementara harga pabrik masih berada pada Rp 52.000 - Rp 55.000 per sak.

Kepemilikan Properti oleh orang asing masih belum pasti

Ilustrasi
Dua tahun terakhir ini harga tanah dan residensial meningkat. Pemerintah khawatir seperti negara lain, Indonesia akan mengalami bubble properti. Mereka masih menahan kepemilikan asing sebatas hak guna.
-- Willson Kalip

Kepemilikan properti oleh pihak asing di Indonesia yang terlihat "kaku" ditengarai karena kekhawatiran Pemerintah akan terjadi penggelembungan harga properti atau bubble. Karena itu, orang asing hanya diperbolehkan memiliki hak guna bangunan saja.

Pemerintah Akan Bentuk Badan Pelaksana Pengadaan Rusun

Pemerintah memastikan akan membentuk Badan Pelaksana untuk menyelenggarakan pengadaan rumah susun (Rusun) di Indonesia sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (Rusun).

"Badan ini akan mengatur dan mengkoordinasikan segala urusan rumah susun sehingga dapat mewujudkan penyediaan rumah susun yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Guratno Hartono, di Jakarta.

Mestinya mal juga menyediakan tempat tinggal untuk pekerja

Berkembangnya pertumbuhan pusat perbelanjaan besar di Jakarta dan kota-kota lainnya harus diimbangi oleh pertumbuhan perumahan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Demikian yang disampaikan oleh Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakya, Pangihutan Marpaung saat acara sosialisasi UU Rumah Susun di Hotel Sahid Jakarta hari Kamis (12/4/12).

Dia menuturkan konsep pembangunan mal yang sedang berkembang pesat saat ini harus berimbang dengan jumlah perumahan rakyat yang dibangun di sekitarnya.

Alasan Pemerintah Naikkan Apartemen Subsidi

Pemerintah masih terus menggodok kenaikan harga rumah susun sederhana milik (rusunami) bersubsidi atau 'apartemen murah'. Kenaikan sedang dipertimbangkan dari batas maksimal Rp 144 juta per unit hingga Rp 200 juta per unit.

Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan kenaikan ini ada beberapa pertimbangan antaralain soal biaya produksi sebuah rumah susun sudah naik.

"Belum ada keputusan, kita masih membahas dengan Real Estate Indonesia (REI), REI itu kan punya dua angka Rp 195-200 juta. Angka yang diminta dirjen pajak kan cuma satu. Itu karena perbedaan harga tanah," katanya di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/4/2012)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari