AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Selasa, 22 Mei 2012

Pasar rumah seken punya harapan cerah di tahun 2012

Indonesia Property Watch melakukan survei ke beberapa agen penjualan rumah sekunder pada awal tahun ini. Hasilnya ada kenaikan penjualan rumah di pasar sekunder hingga 10-15% memasuki periode triwulan II-2012.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan kenaikan harga rumah di pasar primer (membeli via pengembang) yang terlalu pesat bahkan over value di kawasan Jabodetabek membuat konsumen mulai jenuh. Akhirnya mereka banyak mencari rumah baru dari pasar sekunder yaitu membeli dari pembeli pertama yang sebelumnya membeli dari pengembang.

Fenomena ini terjadi di hunian kawasan Tangerang dan Serpong, bahkan termasuk wilayah lain seperti Cibubur dan Bekasi Summarecon. Menurutnya kondisi ini secara langsung telah mempengaruhi penurunan penjualan rumah di pasar primer yang dijual kalangan pengembang seperti yang disampaikan survei Bank Indonesia (BI).

"Pasar sekunder ada kenaikan, kalau sekunder itu kan tak didata BI, dari pengamataan kita ada kenaikan di beberapa agen properti, terjadi kenaikan 10-15% di pasar sekunder, dibandingkan triwulan I-2012," kata A‎li kepada detikFinance, Selasa (22/5/2012)

Ali menuturkan tren penjualan di pasar sekunder pada periode itu terjadi pada rumah kelas menengah ke atas yaitu paling murah Rp 350 juta. Pada segmen rumah ini, pergerakan harganya luar biasa bahkan di kawasan BSD, harga tanah digoreng oleh pengembang hingga Rp 8-12 juta per meter persegi.

"Misalnya di Summarecon Bekasi, penjualan rumah Rp 500 juta antre banyak, lalu ketika primernya (pengembang) naik Rp 550 juta, lalu dilepas oleh pembeli pertama, ada keuntungan Rp 50 juta. Termasuk di Cibubur bisa naik Rp 50 juta dalam seminggu, beli Rp 300 dijual Rp 350, sementara di pengembang sudah Rp 400 juta," katanya.

Ia menambahkan fenomena ini memang belum umum terjadi di kawasan yang sedang berkembang di Jabodetabek seperti Depok, Cinere, Sawangan. Kondisi ini berubah beberapa tahun ke depan sejalan berkembangnya infrastruktur di kawasan tersebut.

"Selama 2 tahun ini Tangerang dan Serpong bertumbuh, tapi kedepannya, dalam waktu dekat di bawah 3 tahun akan terjadi di Sawangan, Depok dan Cinere," katanya.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) dalam surveinya mencatat terjadi penurunan penjualan rumah di awal tahun khususnya triwulan I-2012. Padahal penjualan rumah selama lima triwulan berturut-turut selalu mengalami kenaikan.

"Hasil survei menunjukan terjadi penurunan penjualan secara triwulan pada semua tipe rumah terutama rumah tipe kecil. Tidak terjualnya beberapa unit hunian di bawah tipe 36 terkait UU No 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan pemukiman diduga berimbas pada penurunan penjualan rumah tipe kecil," jelas survei BI tersebut.

BI juga mencatat kenaikan harga rumah secara triwulanan (qtoq), selama periode triwulan I-2012 untuk semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 0,90% (qtoq). Wilayah Padang mengalami kenaikan harga paling tinggi sebesar 2,17%, rumah tipe besar di wilayah ini naik 3,09%.

"Peningkatan harga yang cukup tinggi juga terjadi di wilayah Palembang, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 3,31%.

Senin, 21 Mei 2012

Eddy Ganefo Tolak Hasil Survey BI "Harga Rumah Naik"

Survei properti Bank Indonesia (BI) menggambarkan terjadi kenaikan harga rumah sepanjang satu tahun terakhir. Kenaikan tertinggi terjadi pada tipe hunian kecil di bawah 36 m2, yang mencapai 4,42%.

Namun saat dikonfirmasi, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo tidak membenarkan hasil survei tersebut. "Tidak (ada kenaikan). Sepengetahuan saya masih stabil," katanya saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (20/5/2012).

Ia menambahkan, mungkin saja yang terjadi ada realisasi penjualan rumah tipe kecil dengan pola kredit komersial non subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

"Dari Apersi ada banyak produksi. REI (Real Estate Indonesia) juga. Akhirnya tersendat karena persyaratannya ganti," paparnya.

"Jadi kita ubah pola menjadi bunga komersial khusus, bunga lebih rendah dari bunga komersial tapi diatas (bunga) FLPP. Serapannya mungkin dari sana," tambah Eddy.

Pengembang dengan spesialisasi rumah sederhana, lanjut Eddy, tidak berniat menaikan harga jual rumah. Pasalnya masyarakat level bawah memiliki kemampuan terbatas. Acuan pembeli rumah tipe kecil adalah harga yang terjangkau.

"Masyarakat itu tipe tidak masalah. Asal dapat rumah murah, yang penting harga! Dan secara teknis tidak bisa (murah) kalau lebih dari tipe 36 m2," paparnya.

"Ini kenyataan yang ada di lapangan, kami menemui langsung masyarakat. Kementerian (Perumahan Rakyat) kan nggak pernah ketemu. Sibuk saja membela diri," tegas Eddy.

Seperti dikabarkan sebelumnya, survei BI menerangkan harga rumah pada periode tahunan (yoy), untuk semua tipe naik, namun melambat dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada tipe kecil 4,42%.
Kenaikan harga paling tinggi terjadi di wilayah Medan 6,39%, terutama untuk tipe besar 7,72%. Kenaikan harga juga terjadi di wilayah Makassar 6,4%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 6,04% dengan peningkatan paling tinggi terjadi pada rumah tipe menengah 9,12%.

Pada sisi lain, terjadi penurunan penjualan secara triwulan pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil. Tidak terjualnya beberapa unit hunian di bawah tipe 36 m2 terkait UU No 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan pemukiman, diduga berimbas pada penurunan penjualan rumah tipe kecil.

BI juga mencatat kenaikan harga rumah secara triwulanan (qtoq), selama periode triwulan I-2012 untuk semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 0,90% (qtoq). Wilayah Padang mengalami kenaikan harga paling tinggi sebesar 2,17%, rumah tipe besar di wilayah ini naik 3,09%.

"Peningkatan harga yang cukup tinggi juga terjadi di wilayah Palembang, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 3,31%," jelas laporan BI.

detik.com

Supriyadi Amir: 6 Kriteria Properti Layak Investasi

Dari sekian banyak properti yang dijual dan memberikan keuntungan, Anda yang senang berinvestasi properti tetap harus memilahnya. Hal ini karena tidak semua investasi memberikan keuntungan maksimal.

Supriyadi Amir dalam bukunya "Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal", memberikan enam kriteria properti yang layak untuk dijadikan investasi. Keenamnya adalah cashflow harus positif, harga memberi keuntungan bagi pembeli, motivasi penjual harus jelas, lokasi dan pertumbuhan menjanjikan, kondisi bangunan baik, serta memiliki dokumen lengkap dan sah.

Cash flow positif
Anda hanya akan membeli properti apabila aset tersebut memiliki cash flow positif. Properti dengan cash flow positif ialah penghasilannya lebih tinggi daripada seluruh biaya pengeluarannya tersebut.

Harga memberi keuntungan bagi pembeli

Patokan transaksi Anda adalah dengan memastikan bahwa harga properti yang dibeli di bawah harga pasar. Dengan demikian, mengingat nilai aset menurut bank didasarkan hara pasar, properti yang Anda jadikan agunan mungkin mendapatkan pembiayaan lebih besar daripada dana yang Anda butuhkan untuk bayar properti. Ini disebut cash back. Anda jangan menggunakan uang cash back untuk tujuan konsumtif, melainkan investasikan kembali agar keuntungannya dapat digunakan untuk bayar cicilan ke bank.

Motivasi penjual harus jelas
Salah satu kunci sukses seorang investor adalah mengetahui dengan pasti motivasi penjual. Jika memang penjual sangat butuh uang, maka Anda boleh membelinya. Sebaliknya, lupakan penjual yang sekedar iseng atau masih sayang dengan propertinya. Karena sikap mereka akan menyulitkan Anda pada saat tawar menawar harga.

Lokasi dan pertumbuhan menjanjikan
Lokasi dalam investasi properti berperan sangat sentral dan vital. Namun, di samping ituu, Anda harus memperhatikan pertumbuhan lokasi tersebut.  Pertumbuhan yang positif misalnya rencana pengembangan lokasi pada beberapa tahun mendatang.

Kondisi bangunan baik
Jangan pernah meremehkan kondisi bangunan yang baik dan terawat, karena ini merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan Anda sebagai investor. Kondisi bangunan tidak terawat pasti akan mempengaruhi nilai harga pasar dan cash flow.

Dokumen lengkap dan sah

Karena mengandung resiko berkaitan soal dokumen, maka Anda harus memastikan bahwa dokumen properti yang hendak dibeli lengkap, resmi dan sah.  Agar terhindar dari penipuan, Anda. Bisa bekerja sama dengan bank. Bank otomatis akan menilai dan memeriksa kelengkapan propert dengan sangat teliti.

Kompas.com

Minggu, 20 Mei 2012

Hasil Riset Bi Tentang Kenaikan Harga Rumah

Hasil survei Bank Indonesia (BI) terhadap para pengembang properti perumahan menunjukan faktor kenaikan harga bahan bangunan pemicu dominan terus terjadinya kenaikan harga rumah.

Harga rumah terus naik setiap triwulan, meski penjualan rumah awal tahun ini sedikit mengalami penurunan.

BI mencatat kenaikan harga rumah secara triwulanan (qtoq), selama periode triwulan I-2012 untuk semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 0,90% (qtoq). Sementara itu untuk periode tahunan (yoy) harga rumah untuk semua tipe naik namun melambat dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada tipe kecil sebesar 4,42%.

"Sebagian besar responden (30,67%) mengungkapkan bahwa tekanan kenaikan harga properti residensial terutama berasal dari kenaikan harga bahan bangunan, kenaikan bahan bakar minyak (23,66%) dan serta kenaikan upah pekerja (19,50%)," jelas laporan BI tersebut seperti dikutip Minggu (20/5/2012)

BI mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Bahan Bangunan BI pada triwulan I-2012 menunjukan kenaikan sebesar 1,4% (qtoq). Dari survei itu juga menunjukan bahwa banyak faktor yang membuat usaha mereka mengembangkan usaha properti terhambat.

"Sebagian besar responden berpendapat bahwa faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah kenaikan harga bahan bangunan (22,2%), tingginya suku bunga KPR (19,48%), sulitnya perizinan atau birokrasi (15,44%) dan tingginya pajak (14,63%)," jelas laporan itu.

BI juga mencatat suku bunga KPR tertinggi berada di Maluku Utara yang mencapai bunga 13,74%. Sedangkan yang terendah terjadi Yogyakarta 11,84%.

"Dana internal perusahaan tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial, sementara konsumen lebih memanfaatkan fasilitas KPR dalam transaksi pembelian rumah," tambah survei itu.

Sebagian besar konsumen atau sekitar 78,33% konsumen memilih kredit kepemilikan rumah untuk membeli rumah. Selain itu sebanyak 13,37% konsumen memilih menggunakan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap dan sebagian kecil atau 8,3% konsumen membeli rumah dengan cara tunai keras.

Survei harga properti residensial merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejaka triwulan I-1999. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.

Istilah rumah kecil dalam survei ini merujuk pada rumah dengan tipe di bawah 36 m2, sedang rumah tipe menengah dalam rentang 36-70 m2 dan rumah tipe besar lebih besar dari 70 m2.

Detik.com

Jumat, 18 Mei 2012

Analisa Tim Ahli AB Property: Buka perumahan di Cirebon modalnya cuma separoh Bodetabek, untungnya lebih besar!

Pertumbuhan pasar properti khususnya di Cirebon tidak terlepas dari pertumbuhan faktor ekonomi. Kondisi siklus properti di Ciirebon pada saat ini cenderung pada posisi ground. Hal ini ditandai dengan tingkat bunga KPR yang cukup rendah, namun dukungan infrastruktur wilayah amat memadai.

Pada tahun-tahun mendatang, Cirebon juga diprediksikan akan menjadi kawasan zona Industri yang cukup besar di wilayah Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan dibangunnya dua infrastruktur besar, yakni PLTU Cirebon dan jalan tol yang akan mengintegrasikan kota-kota industri di Pulau Jawa dengan Cirebon. Ketersediaan infrastruktur tersebut amat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini.

Pada akhir 2011, di seputaran kota Cirebon saja, kami mencatat ada lebih 40 perumahan yang dibangun baik skala kecil mau pun besar, Seperti misalnya Lobunta Residence, Banjar Wangunan, Bumi Cirebon Adipura, Villa Kecapi Mas, Mundu de Cluster, Taman Kota Ciperna, Puri Karang Wangi, Green Kedaton, Taman Pandan Wangi, Taman Sipung Permai, Graha Indah Wanacala, Griya Pesona Kalijaga, Bumi Arum Sari, The Panorama Residence, Cempaka Wangi Regensi, Sunrise Boulevard Residence, Green Tuparev Residence, Bima Regency, Griya Jadi Mulia, Mega Residence, Montana Village, Green Cosmo, dan yang cukup besar adalah Pegambiran Residence dari Grage City Group yang dibangun diatas lahan lebih dari 50 Ha.

Pertumbuhan pesat itu juga didukung dengan pembangun Cirebon Super Blok yang siap dioperasikan pada akhir 2012 atau awal 2013. Superblok ini terdiri dari perkantoran, mall, hotel dan ruko. Data yang berhasil kami kumpulkan pada Januari 2012, tenant-tenant besar yang siap masuk di superblok tersebut adalah Matahari, dan Hypermart. 

Pertumbuhan bisnis di Cirebon juga dapat dilihat dengan dibangunnya beberapa hotel besar yang dikelola oleh operator terkenal, seperti Aston, Golden Flower, Luxton, Swiss Bell Hotel, Amaris, dan lain-lain. Dari data yang berhasil kami kumpulkan hingga akhir 2011 tingkat okupansi hotel di Cirebon sekitar 71-74%.

Faktor yang amat menarik di Cirebon adalah ketersediaan lahan yang masih luas dan murah. Saat ini rata-rata harga tanah di Kota Cirebon adalah Rp150rb - Rp200rb. Sedangkan harga tanah di Kabupaten Cirebon, adalah berkisar Rp15rb - Rp 40rb per meter persegi.Sementara, harga jual perumahan di Cirebon, sama dengan harga perumahan di Bodetabek.

Pertumbuhan Cirebon yang begitu pesat, dengan didukung infrastruktur yang amat memadai, serta ketersediaan lahan yang cukup luas dan murah,  belum lagi dengan biaya hidup yang relatif lebih murah, tentu sangat menggiurkan bagi pengembang. Hal ini masih ditambah lebih murahnya biaya-biaya perijinan serta minimnya pungli di lapangan. 

Bandingkan dengan Bodetabek! Anda siap ekspansi ke Cirebon?


Ir. Herman Priyadi, CPA.


Pendapat Tim Ahli AB Property Tentang Prospek Landed House di Jabotabek

Dimuat pada Tabloid Kontan Edisi Khusus Mei 2012 "Investasi saat Booming Properti"

Kebanyakan orang Indonesia lebih suka tinggal di landed house ketimbang di apartemen

Menurut pendapat Pengamat Properti dari AB Properti Herman Priyadi, permintaan landed house terus meningkat karena orang Indonesia pada umumnya dan orang Jakarta pada khususnya masih sangat landed house minded. "Sekali pun di Jakarta banyak apartemen, kalau ada yang menjual landed house pasti ceapt laku," katanya.

Menurut Herman, orang Indoensia masih belum siap hidup di apartemen, apalagi perkerja kantoran yang rata-rata merindukan rumah yang masih memiliki halaman. Sayangnya, untuk mendapatkan hunian di Jakarta Anda harus merogok kocek yang sangat dalam.

Harga landed house di Jakarta Timur lebih murah

Menurut Herman, di kawasan Jakarta, selain di Jakarta Timur, harga landed house baru sudah sangat mahal, rata-rata Rp2 Miliar per unit. Bila Anda menginginkan harga yang miring, orang bisa melirik di kawasan Jakarta Timur seperti daerah sekitar Taman Mini atau Ceger. Harga tanah dikawasan tersebut masih ada yang di bawah Rp 1 juta per meter persegi (m2). "Di kawasan tersebut, masih ada rumah yang harganya Rp600juta sampai Rp700juta," ujar Herman.

Herman melihat, daerah Tangerang seperti Serpong dan Bintaro juga menjadi pilihan alternatif mencari rumah tinggal. Namun, karena pertumbuhan properti di kawasan ini sangat cepat, harga rumah pun semakin melangit.


Daerah Prospektif di Bogor dan Depok


Daerah prospektif dalam jangka waktu lima tahun mendatang adalah kawasan Bojong, Citayam, Cibubur, atau Cileungsi. "Sebab, akses transportasi di kawasan ini lebih banyak, ujarnya.

Perkembangan harga tanh di kawasan ini juga cukup signifikan. Bila tiga tahun lalu tanah di kawasan Cileungsi masih dihargai Rp 50.000,- per meter persegi, sekarang harganya sudah mencapai lebih dari Rp200.000,- per meter persegi.

sumber: Tabloid Kontan edisi khusus Mei 2012

selengkapnya dapa dibaca di
Hal 12 & Hal 13




Triwulan I 2012: Kredit properti meningkat 28,19%

Perbankan pada kuartal I tahun sudah menyalurkan kredit properti dengan nilai outstanding kredit mencapai Rp319,24 triliun atau tumbuh 28,19% dibandingkan dengan posisi kuartal yang sama tahun lalu, Rp249,04 triliun.
Penyaluran kredit properti itu terbagi pada tiga kelompok, yaitu untuk kredit konstruksi dengan akumulasi kredit sebesar Rp78,71 triliun, kredit real estat Rp44,20 triliun dan Kredit Pemilikan Rumah dan apartemen (KPR/KPA) senilai Rp196,32 triliun.
Hak itu terungkap dari data statistik kredit perbankan untuk sektor properti pada kuartal I/2012 yang dirilis oleh Bank Indonesia, sebagaimana dikutip dari laman situsnya, hari ini.
Nilai kredit properti yang disalurkan pada periode itu mencapai Rp17,97 triliun dibandingkan dengan posisi outstanding kredit per Desember 2011 Rp301,27 triliun.
Data bank Indonesia menunjukan skim KPR dan KPA merupakan bisnis andalan bagi perbankan dengan pertumbuhan kreditnya mencapai 33,37% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbankan selama tiga bulan pertama tahun ini mengucurkan KPR/KPA mencapai Rp13,69 triliun dengan posisi outstandingnya mencapai Rp196,31 triliun.
Selain itu, Bank Indonesia mencatat bank BUMN telah menyalurkan kredit properti selama kuartal I/2012 sebesar Rp5,27 triliun dengan posisi outstanding kredit Rp129,39 triliun.
Posisi outstanding kredit itu menunjukan pertumbuhan 38,16% dibandingkan dengan posisi kredit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank pelat merah perinciannya telah mengucurkan kredit konstruksi dengan akumulasi kredit Rp28,08 triliun, kredit real estat sebesar Rp5,63 triliun dan KPR/KPA senilai Rp95,63 triliun.
Sementara itu, Bank swasta nasional telah menyalurkan kredit properti pada kuartal yang sama dengan dengan posisi outstanding kredit mencapai Rp149,60 triliun atau tumbuh 26,35% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hal itu menunjukan bank swasta nasional selama kuartal I 2012 telahnya menyalurkan kredit properti Rp11,94 triliun.
Untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) telah pula menyalurkan kredit properti dengan posisi outstanding kredit mencapai Rp22,14 triliun atau naik tipis sebesar 3,16% dibandingkan dengan posisi kuartal I/2011.
Terkait dengan kredit properti ini, Bank Indonesia juga merilis ekspansi bank asing dengan posisi outstanding kredit pada Maret 2012 mencapai Rp4,42 triliun atau tumbuh 42,12% dibandingkan dengan posisi Maret 2011.
Menurut data statistik Bank Sentral, sebaran kredit properti oleh bank asing terdiri dari kredit konstruksi sebesar Rp1,54 triliun, kredit real estat Rp1,08 triliun dan KPR/KPA Rp1,78 triliun.
Sebelumnya, Directorate of Banking Research and Regulation Bank Indonesia Yunita Resmi Sari mengatakan permintaan kredit rumah atau KPR akan menurun secara temporer sebagai bentuk penyesuaian atas aturan baru BI yang mewajibkan rasi KPR 70% dari nilai jual rumah.
Aturan itu akan berlaku mulai Juni terkait dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.14/10/DPNP yang diterbitkan pada 15 Maret 2012, yang mengatur rasio Loan to Value (LTV) penyaluran KPR oleh bank yang dibatasi sebesar 70% dari harga jual rumah.
“Ya aturan KPR 70% itu akan berpengaruh terhadap konsumen properti. Bentuknya pembeli menunda transaksi karena harus menyiapkan uang muka yang nilainya membesar,” ujarnya, baru baru ini.(sut)

Hotel di pinggiran Jakarta Laris Manis

Pada kuartal I tahun 2012, tingkat okupansi hotel di dipinggiran Jakarta ternyata tumbuh lebih pesat ketimbang Jakarta. Hal ini sesuai dengan hasil riset dari konsultan properti Coldwell Banker.

Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, tingkat okupansi hotel di Jakarta hanya 0,45% menjadi 65,18% di kuartal satu tahun ini. Sedangkan Bodetabek mengalami penambahan 10% menjadi 76%.

"Kenaikan hunian hotel ini didongkrak oleh banyaknya permintaan kamar hotel untuk kegiatan bisnis, meeting, dan konferensi sebagai alternatif kegiatan bisnis di luar Jakarta yang cukup padat," tulis Manager Research and Consultancy Coldwell Banker Indonesia Meyriana Kesuma dalam risetnya.
Permintaan untuk hotel berbintang, masih didominasi oleh perusahaan dan pemerintahan. Sementara itu, rendahnya permintaan okupansi hotel di Jakarta disebabkan oleh perbaikan sebagian hotel berbintang 5. Sebagian bahkan melakukan pergantian operator.
Di sisi lain, tarif sewa hotel sudah mengalami kenaikan yang signifikan. Coldwell Banker mencatat, kenaikan tarif rata-rata di Jakarta sebesar 8,8% sepanjang kuartal satu, menjadi Rp 1.140.000 per malam.
Kenaikan tarif hotel paling tajam dialami oleh hotel bintang lima sebesar 13% menjadi Rp 1.700.000 per malam, selanjutnya diikuti oleh bintang 3 sebesar 7,2% menjadi Rp 720.000, dan bintang 4 sebesar 5,8% menjadi Rp 1.039.000.

Menurut Meyriana, selain karena meningkatnya permintaan, faktor lain yang ikut mendongkrak naiknya harga sewa adalah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Peningkatan tarif sewa adalah bentuk antisipasi pihak manajemen," ujar Meyriana lagi.
kontan.co.id

Rabu, 16 Mei 2012

Triwulan I 2012: Harga rumah mewah di indonesia tertinggi se- Asia Pasifik

Harga rumah mewah di Jakarta pada kuartal 1 2012 tercatat menguat paling tinggi di kawasan Asia Pasifik. Kota lainnya, seperti Hong Kong, Bangkok, dan Kuala Lumpur menunjukkan perkembangan, kota Mumbai terlihat stabil, sementara Beijing, Shanghai, dan Singapura terlihat menurun.

Demikian paparan Jones Lang LaSalle Kuartal 1 - 2012 Asia Pacific Residential Index yang diterima Kompas.com, Rabu (16/5/2012). Paparan tersebut menunjukkan, bahwa harga rumah mewah di Jakarta naik 4,3 % dan selama 12 bulan terakhir mengalami pertumbuhan sekitar 16 %.

Todd Lauchlan, Direktur Jones Lang LaSalle Indonesia mengatakan, kuartal pertama untuk hunian mewah ini merupakan lanjutan tren selama 18 - 24 bulan pada pasar perumahan Indonesia. Kenaikan harga ini menguat, karena komitmen pengembang memenuhi permintaan, suku bunga rendah, serta tingkat kepercayaan konsumen tinggi.

Di Hong Kong, hunian mewah menunjukkan tanda-tanda stabil dengan peningkatan 1,4 %. Pemicunya adalah suku bunga rendah dan makin banyaknya pinjaman kredit dari perbankan. Sementara di Singapura, laporan pasar hunian mewah menurun 2 % setelah sebelumnya stabil selama enam kuartal berturut-turut.

Jane Murray, Kepala riset Jones Lang LaSalle Asia Pasifik mengatakan harga hunian mewah di China akan menurun dalam 12 bulan ke depan. Penurunan ini sebagai akibat kebijakan pembatasan sehingga pengembang menerapkan harga lebih rendah lewat diskon.

"Jakarta akan terus menguat karena dukungan ekonominya kuat," ujarnya.

Triwulan I 2012: Harga Kondominium Meningkat 12%

Kisaran harga jual unit kondominium atau hunian vertikal yang bisa dimiliki di kawasan non sentra bisnis Jakarta pada kuartal I/2012 meningkat 12% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Data dari lembaga riset properti Coldwell Banker menunjukkan rerata harga jual kondominium di kawasan non CBD mencapai Rp12, 4 juta per m2 pada kuartal I/2012, sedangkan di kawasan CBD menyentuh Rp19,17 juta. Secara total, kenaikan harga kondominium pada periode itu mencapai 10%.
Meyriana Kesuma, Manajer Riset dan Konsultasi Coldwell Banker, mengatakan kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut mengindikasi permintaan terhadap kondominium di Jakarta masih cukup tinggi.
“Permintaan terhadap Kondominium terus mengalami peningkatan pada kuartal ini, khususnya di wilayah Non CBD yang dapat dilihat dari kenaikan harga unit yang cukup signifikan ,” ujarnya kepada Bisnis, Senin 14 Mei 2012.
Data yang sama merinci selama kuartal 1 2012, total penjualan unit kondominium mencapai 95,81% atau sekitar 2.543 unit. Proyek kondominium yang telah existing membukukan tingkat penjualan 97,5%, sementara yang masih dalam tahap konstruksi mencapai 75,85%.
Pada kuartal ini penyerapan paling tinggi terjadi di kondominium kelas middle dengan tingkat penjualan sebesar 81.2%, disusul oleh kondominium kelas middle-low; low; upper dan middle-upper dengan persentase berturut-turut  79,3%, 78%, 76,77% dan 73,9%.
Saat ini, jumlah pasokan kondominium menyentuh angka 82.448 unit, menyusul adanya pasokan baru dari The Wave, yakni Coral Tower, Gandaria Height tower B, Paragon Village, dan Regatta dengan menara keempatnya, yaitu Rio de Janeiro.
Meyriana memperkirkan selama tahun 2012 ini diperkirakan permintaan terhadap kondominium akan terus meningkat seiring dengan suku bunga KPA yang tetap atraktif dan gaya hidup konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan. Dengan demikian, tingkat penjualan dia pastikan terus tumbuh.
“Pengembang kondominium kelas menengah harus mengantisipasi tren ini dengan menyesuaikan harga di pasar dengan produk yang lebih kompetitif, sehingga kenaikan harga diikuti perbaikan kualitas produk, bukan spekulasi yang bisa merusak pasarnya,” terangnya.
Dia menambahkan kebutuhan kondominium juga sudah meningkat di pinggiran kota akibat berkurangnya lahan dan tingginya harga tanah serta sudah terbentuknya pusat kegiatan bisnis di beberapa titik di pusat kota.(msb)


Triwulan I 2012: Harga tanah industri melesat hingga lebih 12%

Bank Indonesia (BI) melalui surveinya mencatat kenaikan harga jual lahan untuk kawasan industri selama triwulan I-2012. BI mengungkapkan ada kenaikan 12,5% harga lahan industri di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang (Jabobeka).

"Tingginya permintaan telah mendorong harga jual lahan industri yang meningkat 12,5% (qtoq) menjadi Rp 1,44 juta per meter persegi," kata BI dalam laporannya seperti dikutip, Selasa (14/5/2012)

BI mengungkapkan pada triwulan I-2012 lahan industri di jabobeka bertambah 66 hektar yang disumbang dari kawasan Delta Silicon Phase 3 Extention Cikarang. Sementara itu penjualan lahan industri yang terjadi pada periode yang sama sebesar 134 hektar. Telah terjadi peningkatan penjualan lahan industri pada triwulan I-2012 dari 73,24% menjadi 24,55%.

"Salah satu yang mendorong penjualan adalah ekspansi yang dilakukan oleh pabrik otomotif, suku cadang dan farmasi yang ada di Cikarang," jelas laporan itu.

Sementara itu lahan industri di Banten mengalami penjualan sebesar 3,32% menjadi 74,52%, terjadi kenaikan harga jual sebesar 3,46% menjadi Rp 877.297 per meter persegi.

detik.com

Didera banyak tentangan: Bank Indonesia & BAPEPAM-LK terus tetapkan aturan DP30% efektif 15 Juni

Walau secara bertubi-tubi didesak untuk menunda pelaksanaan aturan baru mengenai uang muka (down payment, DP) kredit properti dan kendaraan bermotor, Bank Indonesia dan Bapepam-LK sebagai regulator yang menelurkan kebijakan itu bergeming dan tetap akan menjalankannya. Dua pejabat yang mewakili BI dan Bapepam LK, yakni  Direktur Eksekutif Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Mulya Siregar,  dan Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam LK, Mulabasa Hutabarat, menegaskan hal itu di Jakarta, Selasa (15/5).

“Jangan dianggap aturan baru ini dimaksudkan untuk mengerem bisnis pembiayaan dan kendaraan bermotor. Kalau mau tumbuh, terus saja tumbuh, tidak masalah. Tetapi kita siapkan aturan untuk mengantisipasi risikonya,” kata Mulya Siregar.

Menurut Mulya, aturan baru mengenai DP tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kehati-hatian bank dalam memberikan KPR dan KKB. “Ketentuan ini akan menjadi screening mechanism bagi pembeli yang potensial. Dengan uang muka yang lebih tinggi, bank akan memperoleh calon debitur yang benar-benar membutuhkan dan mampu, sehingga diharapkan NPL akan lebih baik dan mengurangi risiko kredit yang akan dihadapi bank,” kata Mulya.

Hal yang sama disampaikan Mulabasa. Bapepam-LK, selaku regulator yang mengatur dan mengawasi lembaga pembiayaan, menurut dia,  tidak akan mengubah ketentuan yang sudah ada dan ditetapkan terkait pengkajian ketentuan DP tersebut.

"Sebelum kita membuat ketentuan ini, kita melakukan survei dengan menggunakan ketentuan DP mulai dari 10 persen hingga di atas 20 persen," kata dia,  Kalaupun hal ini direspons negatif oleh dunia usaha, menrurut dia, Bapepam-LK tidak akan melakukan rencana revisi. "Bapepam-LK sendiri tetap akan memantau bagaimana efektifitas dari ketentuan ini setelah tiga bulan pertama," tutur dia.
   
Mulabasa menegaskan bahwa salah satu latar belakang dibuatnya aturan mengenai DP tersebut adalah adanya persaingan tidak sehat dalam penetapan uang muka atau saling menurunkan uang muka antar perusahaan pembiayaan. Maka dengan adanya aturan DP, disediakan filter kepada perusahaan pembiayaan dalam menjaring konsumen.

Seperti sudah diberitakan oleh Jaringnews.com sebelumnya, aturan baru mengenai DP yang rencananya akan berlaku 15 Juni ini, telah mendatangkan suara keras untuk menunda pelaksanaannya dari berbagai sektor usaha yang terimbas.  Organisasi pengusaha properti, Real Estat Indonesia (REI), misalnya, hari ini secara resmi mengirimkan surat untuk meminta penunadan kebijakan itu kepada BI.

Sekretaris Umum GAIKINDO, Juwono Andrianto juga telah menyuarakan hal serupa. GAIKINDO meminta agar aturan baru itu ditunda pelaksanaannya serta pemberlakukan kenaikan DP tersebut dilakukan secara bertahap. GAIKINDO bahkan telah memberikan warning akan adanya pengurangan tenaga kerja bila aturan itu diberlakukan, sehubungan dengan akan turunnya penjualan kendaraan roda empat.

Suara yang meminta penundaan juga datang dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melalui ketuanya, Gunadi Shinduwinata dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) melalui ketuanya, Wiwie Kurnia.

jaringnews.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari