AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Rabu, 14 Maret 2012

Ali Tranghanda: Ada Apa Dibalik Negosiasi FLPP ?

Ali Tranghanda - Direktur Indonesian Property Watch (IPW)
Janji Menpera untuk menetapkan skema FLPP yang baru pada akhir Januari ternyata hanya isapan jempol belaka. Menpera kembali berjanji akan menetapkan skema baru pada akhir Februari 2012. Ada apa dibalik penghentian ini yang memberikan polemik berkepanjangan ? Seharusnya secara teknis tidak ada masalah yang berarti untuk segera menetapkan bunga FLPP.
Semua bank pelaksana telah setuju untuk menurunkan suku bunga di level 6,5% - 7,5% dengan porsi pemerintah dalam penyaluran ini adalah 50:50. Dan yakin BTN pun seyogyanya tidak keberatan dengan penetapan bunga rendah tersebut. Penurunan suku bunga dilaksanakan sebatas tidak merugikan secara bisnis perbankan. Karena perlu kehati-hatian mengingat bank-bank pelaksana adalah perusahaan publik yang Tbk. Penurunan suku bunga sampai 5% yang direncanakan Menpera seharusnya dapat tercapai bila porsi pemerintah mencapai 90%. Dan inilah yang seharusnya diperjuangkan Menpera daripada harus bernegosiasi dengan perbankan. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap penyediaan rumah rakyat.

Panangian Simanungkalit: Tertarik Berinvestasi? Pilih "Sunrise Area"!

Dr, Panangian Simanungkalit
Hal utama untuk menjamin keberhasilan berinvestasi di sektor properti adalah pemilihan lokasi. Sunrise area adalah istilah untuk menyebut suatu kawasan properti yang memiliki potensi cerah lima tahun ke depan.
Potensi cerah tersebut ditandai dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata kenaikan tanah pada umumnya. Nah, kawasan apa saja yang termasuk dalam sunrise area ini?
Pakar properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya "Rahasia Menjadi Miliarder Properti" memaparkan, ada tiga kawasan yang perlu Anda cermati. Simak berikut ini:  
Kawasan baru dan berkembang
Ciri-ciri kawasan ini umumnya relatif muda dari kawasan lainnya. Di sini, masih banyak terjadi pengembangan properti baru yang akan terus-menerus dilakukan. Serpong misalnya, yang kini berkembang menjadi permukiman dengan sentra bisnis yang signifikan.
Serpong juga disukai para profesional, pedagang, eksekutif, dan lainnya sehingga membuatnya terus berkembang. Selain Serpong adalah Kelapa Gading, Tebet, Cibubur, Depok, Cimanggis, serta Bintaro.

Cocokkah Konsep SOHO di Indonesia?

Konsep SOHO di Indonesia masih harus dilihat keberhasilannya. Di Singapura,
konsep hunian ini diminati karena banyak profesional dan pengusaha

muda tinggal dan bekerja di pusat kota.
Konsep hunian Small Office Home Office (SOHO) muncul untuk menjawab kebutuhan untuk tinggal sekaligus bekerja di tempat yang sama. Untuk memenuhi kebutuhan para profesional, eksekutif, maupun pengusaha muda, kini pengembang semakin tertarik menerapkan konsep yang menggabungkan fungsi hunian dan usaha ini.
Menurut Justini Omas, Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land, Tbk (APLN), pihaknya berencana membangun satu tower berkonsep SOHO di kawasan superblok Podomoro City, Jakarta Barat. Rencananya, menara apartemen berkonsep SOHO itu  dibangun di lahan bekas gedung Dewa Ruci di dekat Central Park.

Konsep SOHO Di Singapura Diminati Pembeli Dari Indonesia

Ilustrasi: The Cape di Amber Road ini menyajikan gaya hidup
high-end freehold butik Soho yang berhasil mempelopori
konsep soho di Singapura.
Pembeli properti dari Indonesia ternyata menyenangi konsep SOHO (small office home office) di Singapura. Apartemen yang bisa digunakan untuk kantor ini mendapat dukungan Pemerintah Singapura.

"Orang asing yang ingin mendirikan kantor di Singapura cenderung sulit. Tetapi, untuk apartemen berkonsep SOHO sudah mendapat izin dari pemerintah, tinggal mengajukan saja. Ketentuannya, satu unit diisi maksimal tiga orang," kata Chia Boon Kuah, Chief Operating Officer of Property Sales and Executive Director, Far East Organization, di Singapura, Rabu (25/1/2012).

Rumah Murah Bakal Bebas IMB

Untuk menekan harga rumah bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan rendah, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sedang merintis sinergi dengan berbagai kementerian. Menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kemenpera menyiapkan skema kerja sama terkait pembangunan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Rumah Murah Sulit Dibangun di Depok

Pemerintah Kota Depok mengaku sulit menyediakan rumah murah Rp70 juta yang digagas Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Sebab, harga lahan di Kota Depok sudah tinggi.

Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman Kota Depok, Nunu Heryana mengatakan bahwa harga tanah di pinggiran Kota Depok pun tinggi. Bahkan di Curug dan Pondokpetir, Bojongsari sekalipun. Menurut Nunu, untuk mewujudkan hal itu tampaknya tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melainkan harus ada kerja sama dengan pihak ketiga.

Kota Satelit Jadi Kawasan Incaran Investor

Kawasan pinggiran Jakarta, atau yang lebih dikenal dengan sebutan kota satelit diprediksi menjadi kawasan yang paling diminati oleh investor untuk menggarap properti.

Seperti dilansir dari laman properti report, Selasa (13/3/2012), sebuah survey menyatakan kawasan suburban yang nantinya akan banyak digarap adalah Depok, Cibubur, Kelapa Gading, Alam Sutera, dan Bumi Serpong Damai (BSD).

Selasa, 13 Maret 2012

Bali: Harga Properti Naik 100%

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Bali memprediksi harga properti di Bali akan mengalami kenaikan hingga 15 persen. Kenaikan itu merupakan imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya berlaku mulai 1 April 2012.
Kenaikan itu membuat harga properti di Bali, khususnya di sekitar wilayah Denpasar, menjadi semakin mahal. Saat ini, harga jual tanah di kawasan Denpasar naik hampir 100 persen setiap tahunnya.
"Perbandingan pada tahun 1996 lalu saya menjual tanah di kawasan Muding, Denpasar Rp17 juta untuk satu unit rumah tipe 70. Sekarang harganya melambung menjadi Rp350 juta sampai Rp400 juta. Jadi perhitungan tiap tahunnya selalu terjadi kenaikan harga jual sebesar 100 persen," ungkap Ketua DPD REI Bali, Dewa Putu Selawa, Selasa, 13 Maret 2012.

Bisnis Ruko Masih Menjanjikan

Ilustrasi
Rumah toko alias ruko ternyata masih populer menjadi pilihan investasi properti, baik untuk dijual lagi maupun disewakan. Meskipun sudah merapat ke pinggiran kota, penjualan ruko diprediksi tetap laris manis.
Meyriana Kesuma, Manager Research konsultan properti Coldwell Banker Research and Consultancy mengungkapkan, ruko bisa menjadi pelengkap dari area komersial di kantong-kantong pinggiran kota. "Di jalan arteri sudah tidak ada (ruko), sekarang berkembangnya ke arah pinggiran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (13/3).

Pengusaha Masih Trauma Bangun Rumah Type 36

Bila pengembang enggan membangun rumah subsidi, target Kemenpera untuk
pembiayaan FLPP sampai akhir 2012 mencapai Rp 7,5 triliun untuk
120.000 unit rumah tidak akan tercapai.
Pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) bersikukuh tidak akan membangun rumah bersubsidi dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pengembang masih merasa keberatan dengan aturan yang dibuat oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dalam UU Nomor 1 Tahun 2011 Pasal 22 Ayat 3 tentang pembatasan pembangunan rumah tipe 36.
"Kami tidak mau bangun rumah lagi dengan ukuran tipe 36. Kemarin saja, akibat akad terhenti 35.000 rumah di bawah tipe 36, tidak terjual," kata Ketua DPP Apersi, Eddy Ganefo, di Jakarta, Kamis (8/3/2012).

Senin, 12 Maret 2012

Promosi Online Tidak Efektif?

Hanya segelintir masyarakat Indonesia yang memanfaatkan internet untuk memilih properti yang diidamkannya. Situs properti Rumah 123 mencatat, penetrasi pembeli properti secara online di Indonesia baru sebesar 23%. Bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia yang sudah mencapai 65% dan Singapura 70%.

"Penghambatnya adalah biaya," ujar Peter Goldsworthy, Country Manager Rumah 123 kepada KONTAN, Senin (12/3).

Tips Menjual Rumah dengan Harga Tinggi

Agar rumah Anda memiliki harga jual tinggi, ada beberapa persiapan yang mesti dilakukan. Seperti perencanaan pemasarannya, atau menggunakan jasa broker, sampai membuat acara open house di rumah Anda. Mana yang kira-kira menarik untuk Anda?
Hermawan Wijaya dalam bukunya "77 Rahasia Cepat Untung Bisnis Properti" menyebutkan, ada lima langkah saat menjual tinggi suatu properti dengan harga tinggi. Simak ulasannya berikut ini:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari