AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Minggu, 13 November 2011

KAWASAN PADAT Hunian Vertikal, Jalan Keluar "Remajakan" Kawasan Padat

Permukiman padat penduduk di daerah Kramat, Senen,
Jakarta Pusat, Rabu (29/9/2010) lalu.
JAKARTA, KOMPAS.com - Daerah padat penduduk seperti Tambora, Tanah Tinggi serta Bidara Cina yang kerap terkena banjir seharusnya bisa diremajakan. Peremajaan kawasan padat penduduk atau compact city ini bisa dilakukan dengan mengaturnya menjadi hunian-hunian vertikal.

Semua dibangun penuh dengan perkerasan. Kalau dilihat dari foto udara, nyaris tidak ada yang menyisakan ruang hijau.
-- Nirwono Joga

Sabtu, 12 November 2011

Kemenpera Janjikan Revitalisasi Permukiman Kumuh

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) merencanakan untuk merevitalisasi kawasan kumuh di sekitar Kali Ciliwung dan daerah Tamansari, Bandung. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengungkapkan harapannya agar masyarakat bisa bekerjasama dalam program revitalisasi kawasan kumuh di sepanjang bantaran Kali Ciliwung serta daerah Tamansari, Bandung.
Kami membuat skala prioritas juga mengingat anggaran yang kami miliki pas-pasan.
-- Djan Faridz

Jumat, 11 November 2011

Senyum Broker Bakal Makin Sumringah....

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) meramalkan tahun depan bisnis broker masih akan merekah. Pengembang semakin mengandalkan broker untuk penjualan propertinya.
Biarpun standar komisi tidak sampai 5%, kalau harga dari pengembang naik kan keuntungan bagi broker tetap bagus.
-- Hartono Sarwono

REI: Pertumbuhan Properti Bisa Lebih dari 15 Persen



JAKARTA, KOMPAS.com - Real Estate Indonesia (REI) memperkirakan, pertumbuhan sektor properti tahun ini bisa melebihi target sebesar 15 persen. Tanda-tanda pertumbuhan sektor ini diperkuat lagi dengan fakta, bahwa kontribusi sektor ini, termasuk konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9 persen.
 
Memang, perkantoran juga tumbuh, tetapi tidak sehebat residensial kelas menengah.
-- Setyo Maharso

Kamis, 10 November 2011

6 Tips Aman dan Nyaman Memilih KPR

KOMPAS.com - Dewasa ini, untuk membeli sebuah rumah tanpa kredit di daerah perkotaan bagaikan mimpi di siang bolong. Betapa tidak, harga rumah yang melambung tinggi membuat sebagian masyarakat semakin kesulitan menjangkaunya.

Untungnya, beberapa bank telah mencoba menjembatani dengan mengeluarkan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Memang, produk ini menawarkan bantuan bagi masyarakat. Namun, seringkali masyarakat umum masih merasa gamang mengambil KPR. Alasannya, mereka belum siap mental berutang, ragu akan kemampuan melunasi dan berbagai alasan lainnya. Nah, bagi Anda yang ingin memiliki rumah melalui KPR, berikut beberapa tips yang perlu Anda ketahui:

Mau Kredit Rumah Selama 25 Tahun?

JAKARTA, KOMPAS.com - Standard Chartered meluncurkan fasilitas kredit pinjaman rumah (KPR) pertamanya di Grand Hyatt Hotel, Rabu (4/8/2010). Menariknya, KPR ditawarkan dengan masa pinjaman (tenor) hingga 25 tahun.

Standard Chartered memberikan kredit Rp 500 juta-Rp 10 miliar dengan suku bunga mulai dari 8,08 persen sampai 8,98 persen dengan efektif fixed satu tahun pertama. Selanjutnya berlaku suku bunga floating yang akan ditinjau setiap bulan.
-- Ina Susanti Kris

Ingat... Pilih Jangka Waktu KPR Sesuai Kemampuan!

Meski keputusan jangka pembayaran angsuran
diserahkan sepenuhnya pada nasabah, perlu diingat
bahwa semakin lama jangka waktu kredit semakin besar
pula total angsuran harus dibayarkan pemohon.
KOMPAS.com - Sejatinya, masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan berharap memiliki sebuah rumah dengan cara mudah. Tak terkecuali mereka yang menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai produk jasa perbankan untuk melayani kebutuhan mereka.
Mereka yang berpenghasilan relatif besar, apa salahnya memilih jangka 5-10 tahun.
-- Bambang Pamungkas

Saat ini, untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut banyak perbankan milik pemerintah maupun swasta menggencarkan kebijakan layanan KPR mereka. Sebut saja BNI Syariah, yang menerapkan kebijakan KPR berjangka waktu maksimal selama 15-20 tahun. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan pilihan bagi masyarakat dalam pembayaran angsuran rumahnya.

Mau, Tawaran Bunga KPR 5,25 Persen?

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada penawaran menarik bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Saat ini, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tawarkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 5,25 persen.

Executive Vice President Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri Mansyur S Nasution di Jakarta, mengatakan, penawaran bunga KPR rendah itu seiring digelarnya pameran "Mandiri KPR Expo" yang berlangsung sejak Rabu (9/11/2011) hingga Jumat (11/11/2011) di Plaza Mandiri, Jakarta. Mansyur mengatakan, perseroan akan terus memperkuat penyaluran KPR untuk membantu masyarakat memiliki rumah tinggal.

China Hukum Mati Pengembang Nakal

Metrotvnews.com, Hongkong: Seorang pengembang properti di provinsi Zhejiang dihukum mati karena memainkan dana investor sebanyak 867 juta dolar AS (Rp7,716 triliun) dalam skema penarikan dana masyarakat secara ilegal, demikian laporan sebuah surat kabar China seperti dikutip Reuters, Rabu (9/11).

Ji Wenhua, nama si terhukum, dijatuhi hukuman mati Senin lalu oleh pengadilan intermediasi Lishui di Zhejiang atas tuduhan mengelola secara ilegal dana sebesar 5,5 miliar yuan (867 juta dolar AS) antara 2003 dan 2008, lapor South China Morning Post.

Rabu, 09 November 2011

Perumnas Tawarkan Apartemen Murah Berhadiah iPad

Suhendra - detikFinance 
Jakarta - Perum Perumnas dan PT Triputra Multi Graha siap membangun dua tower terakhir Rusunami Centerpoint Bekasi Barat. Apartemen ini akan dibanderol sekitar Rp 160 juta per unit.

Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arif Sugoto mengatakan dua tower itu bagian dari proyek 4 tower Centerpoint Bekasi. Saat ini dua tower sudah selesai, sementara dua tower berikutnya mulai dilakukan ground breaking, Jumat (11/11/2011).

"Yang membeli langsung besok akan dapat iPad, ini program marketing saja untuk pembelian hari itu saat ground breaking. Kita akan umumkan di koran besok. Tapi soal jumlahnya saya nggak tahu," katanya kepada detikFinance, Rabu (9/11/2011).

Apartemen Murah dan Menengah Terus Merekah

Pasar apartemen masih terus merekah. Bukan hanya
apartemen murah, tetapi juga apartemen kelas menengah
yang harganya berkisar sekitar Rp 250 juta
hingga sekitar Rp 600 juta per unit.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar apartemen masih terus merekah. Bukan hanya apartemen murah, tetapi juga apartemen kelas menengah yang harganya berkisar sekitar Rp 250 juta hingga sekitar Rp 600 juta per unit.

Salah satu pengembang yang meramaikan apartemen menengah ini PT Titanium Properti. Sejak dipasarkan tiga bulan lalu, penjualan Titanium sudah mencapai 35%, padahal pembangunannya baru mulai.

Selasa, 08 November 2011

Ini Dia Faktor-faktor Penghambat Bisnis Properti

Nurul Qomariyah - detikFinance 
Jakarta - Bisnis properti sebenarnya masih sangat prospektif karena terus meningkatnya permintaan. Sayangnya, penawaran cenderung tetap karena adanya sejumlah masalah. Apa saja?

Survei properti residensial menunjukkan ada sejumlah faktor yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis properti. Faktor-faktor itu adalah:
  • Kenaikan harga bahan bangunan (20,28%)
  • Sulitnya perizinan/birokrasi (18,41%)
  • Tingginya suku bunga KPR (16,90%)
  • Tingginya pajak (16,43%).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari