AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Rabu, 26 Oktober 2011

Apa Beda Apatermen & Kondominium?

KOMPAS.com - "Anda tinggal di apartemen mana?". "Oh, saya tinggal di kondo di seberang kantor?"
Percakapan di atas membuktikan, bahwa masih banyak orang yang sebetulnya masih dibingungkan dengan pemakaian istilah apartemen dan kondominium. Kondominium atau biasa menyebutnya secara singkat dengan kondo berasal dari kata bahasa Inggris, yakni condominium. Kata ini merupakan gabungan dari kata Latin "con" yang artinya bersama atau bergabung dan "dominium" atau kepemilikan atau pengendalian.
Berdasarkan asal-usul katanya, kondominium berarti lebih mengacu pada ihwal kepemilikan, bukan jenis hunian. Ada pula yang mengatakan, kondominium merupakan bentuk lain hak guna perumahan. Di Indonesia sendiri dikenal hak guna bangunan atas rumah susun.

Booming bisnis properti online bakal terjadi 10 tahun lagi

JAKARTA. Cara berjualan produk properti lewat internet perlahan mulai tampak. Terlihat dari bermunculannya perusahaan online yang meladeni bisnis properti.
Darmadi Darmawangsa, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi), berpendapat portal menjadi kanal marketing baru bagi broker dan pengembang. Ambil contoh Rumah123.com yang bersinergi dengan Iproperty.com.

Sekitar 70% proyek yang ditawarkan berupa properti bekas, selebihnya properti baru. "Semua properti ditawarkan di sini, properti untuk kalangan menengah ke atas juga dijual di portal properti online ini," kata Darmadi kepada KONTAN, Rabu (26/10).

"Booming" Properti Bakal Cerah di 2012

Secara riil sektor properti saat ini tidak terlalu merasakan
dampak krisis global yang terjadi kawasan Eropa dan Amerika.
Namun, pada 2012 efek itu dapat terasa sehingga
harus tetap berhati-hati.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor properti di Indonesia, khususnya di Jakarta berkembang pesat (booming) pada 2011 ini dan diprediksi akan terus berlanjut hingga 2012 mendatang. Hal itu berkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang tetap solid.

Booming terjadi belakangan ini meliputi segmen yang besar, baik itu sektor apartemen dan residensial.
-- Artadinata Djangkar
Demikian diungkapkan Direktur dan Corporate Secretary PT Ciputra Property Tbk (CTRP) Artadinata Djangkar di Jakarta, Selasa (25/10/2011). Artadinata mengatakan, kenaikan permintaan properti tahun ini dapat dilihat dari proyek apartemen yang dikembangkan perseroan, seperti Apartment MyHome at Ciputra World, yang hingga sembilan bulan tahun ini mengalami pertumbuhan sekitar 30 persen.

Rumah Mewah Mendominasi Penjualan Transaksi: REI Expo Tembus Rp 41 Miliar

LIHAT MAKET: Pengunjung sedang melihat maket
perumahan mewah di pameran perumahan REI
Expo III di Mall Ciputra 13-24 Oktober.
(SM CyberNews/ Fista Novianti)

Semarang, CyberNews. Rendahnya suku bunga perbankan yang kini cukup kompetitif seiring turunnya BI rate turut mendorong masyarakat untuk segera membeli rumah. Memasuki kuartal III tahun 2011 ini pasar properti cukup menggairahkan terbukti pada Pameran Perumahan REI Expo III di Mall Ciputra 13-24 Oktober berhasil membukukan transaksi penjualan menembus Rp 41,7 Miliar.
"Rumah mewah menengah ke atas mendominasi penjualan. Tercatat rumah seharga Rp 400 juta keatas terjual 36 unit. Sementara rumah tipe menengah dengan harga Rp 100-400 juta terjual 25 unit. Jumlah penjualan selama pameran mencapai 61 unit," tutur Wakil Ketua DPD REI Jateng Djoko Santoso, Selasa (25/10)

Selasa, 25 Oktober 2011

Ini Dia Tiga Kawasan Properti di Jabodetabek yang Sudah Jenuh

Ini Dia Tiga Kawasan Properti di Jabodetabek yang Sudah Jenuh
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

Jakarta - Geliat harga kawasan properti di Jabodetabek terus berkembang sejalan tingginya permintaan. Namun tidak seluruh wilayah di kawasan ini memiliki prospek kenaikan harga yang lebih besar seperti di wilayah Kapuk, Pluit, dan Serpong.

Direktur Executive Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan harga properti di tiga kawasan itu sudah jenuh. Harga saat ini sudah melampaui dari seharusnya.

Senin, 24 Oktober 2011

Program Rumah Murah Mandek Karena 'Penyakit' Birokrasi

Jakarta - Pihak Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, program rumah murah yang dijanjikan oleh Presiden SBY belum berjalan mulus. Banyak masalah yang menghadang, salah satunya birokrasi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso dalam pembukaan REI Expo 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/10/2011).

"Rumah murah tidak bisa berjalan karena masalah legalitas tanah dan waktu birokrasi sangat lama," jelasnya.

Tipe Rumah Dibatasi 36, Pengembang Sulit Dapat Dana Bank

Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) mengakui sudah banyak menerima keluhan dari pengembang skala kecil yang selama ini banyak membangun rumah tipe 21.

Pengembang skala kecil ini mulai sulit mendapat permodalan dari perbankan karena adanya pembatasan pembangunan rumah sederhana dinaikkan menjadi minimal tipe 36.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan dalam UU No 1 Tahun 2011 soal Perumahan dan Permukiman diatur soal batas ukuran rumah sederhana dinaikkan menjadi 36, secara langsung telah membuat perbankan menyesuaikan kebijakan tersebut. Meskipun ketentuan itu berlaku Januari nanti, namuan perbankan seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sudah mulai mengerem permodalan bagi pembangunan rumah untuk tipe 21.

Developer Nakal Bakal Di Sanksi Rp 10 Miliar

Pengembangan yang mengabaikan aspek kelayakan pada pembangunan rusun akan kena saksi denda Rp 10 Miliar atau pidana penjara selama 10 tahun.
PADA  Pasal 92 draf RUU Rumah Susun yang sedang dibahas di Komisi V DPR, disebuktan, “ setiap orang yang tidak menyediakan sarusun umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp.10.000.000.000.00 (sepuluh Miliar rupiah).”
Sedangkan Pasal 13 ayat (2) itu berbunyi “Pelaku Pembangunan rumah susun komersial sebagaimana  dimaksud pada ayat (1) wajib menyediakan sarusun umum sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah  sarusun  komersial  yang di bangun.”

PEMBANGUNAN RUSUNAMI Rusunami masih belum diminati

JAKARTA. Meski telah resmi terbit, namun Undang-undang Rumah Susun (rusun) masih menyisakan tanda tanya bagi pengembang properti. Salah satu poin yang menimbulkan kernyit di kening adalah kewajiban menyediakan rusun sederhana milik (rusunami) sebanyak 20% dari total luas rusun komersial. Lokasinya tak harus dekat, tapi mesti di kota yang sama.
Pengembang memandang, kewajiban membangun rusunami sebesar 20% tersebut mestinya bukan kewajiban bagi mereka. "Sah memang tujuannya, tapi sama saja memindahtangankan kewajiban ke kami," ujar Stefanus Ridwan, Direktur PT Pakuwon Jati Tbk kepada KONTAN, Jumat (21/10).
Pengembang memang kurang tertarik mengembangkan rusunami karena marjin yang mereka peroleh kecil. Belum lagi, kalau harga tanah dan bahan bangunan menanjak. Apalagi, seperti diketahui, pemerintah menetapkan harga jual rusunami bersubsidi sebesar Rp 144 juta per unit.

Awas, Jangan Tertipu Pengembang "Lebay"!

Tak sedikit kasus calon konsumen rumah
dirugikan akibat buruknya komitmen
pengembang menepati janji-janji yang
dipaparkansaat menawarkan produknya
Tak sedikit kasus calon konsumen rumah dirugikan akibat buruknya komitmen pengembang menepati janji-janji yang dipaparkan saat menawarkan produknya. Sekali lagi, sesal setelah membeli tiada guna.
Sebutlah misalnya, seorang calon pembeli rumah sudah membayar tak kurang dari Rp 50 juta sebagai uang muka bakal rumahnya. Dalam perjalanan, lokasi calon rumahnya itu ternyata akan dilewati oleh proyek jalan tol.
Ini terjadi bukan satu atau dua kasus. Di Jakarta, ratusan orang mengalami hal sama dan menuntut pengembang mengembalikan uang yang sudah disetorkan, plus bunganya. Pengembang ingkar dan kasusnya berlarut-larut.

UU Rusun Beri Banyak Fasilitas

JAKARTA--Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan banjir fasilitas perumahan. Ini tertuang di dalam Undang-undang Rumah Susun (UU Rusun) yang disahkan Selasa (18/10). Pemerintah memberikan kemudahan dan bantuan bagi MBR berupa kredit kepemilikan Sarusun dengan suku bunga rendah, keringanan biaya sewa Sarusun, asuransi dan penjaminan kredit, pemilikan rumah susun, insentif  perpajakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan sertifikasi Sarusun.

Seberapa Berbahayakah Pengembang Kecil Bagi Konsumen?

Seberapa Berbahayakah Pengembang Kecil Bagi Konsumen?

Sampai saat ini masih sering terdengar konsumen merasa ditipu oleh para pengembang kecil untuk urusan perumahan. Konsumen ditipu dengan janji-janji proyek rumah, namun uangnya malahan dilarikan. Melihat beberapa kasus semacam itu, sebenarnya berbahayakah para pengembang kecil bagi konsumen perumahan?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari