AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Senin, 23 April 2012

Infrastruktur buruk membuat orang pilih tinggal di dalam kota

Agen properti, Ray White Indonesia mengaku infrastuktur di Indonesia belum memadai. Dampaknya dalam beraktivitas masyarakat terpaksa menghabiskan banyak waktu, uang dan tenaga.

Atas dasar itu, Direktur Ray White Indonesia, Sari Dewi mengatakan, ada kecenderungan sebagian masyarakat beralih tinggal di apartemen pusat kota. "Jujur belum ada infrastruktur yang memadai. Dari pada jauh-jauh mending tinggal di apartemen," katanya kepada detikFinance, Senin (23/4/2012).

Menpera Dorong Kepemilikan Rumah untuk WNA

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mendorong kepemilikan rumah bagi warga negara asing di kawasan ekonomi khusus (KEK) seperti di Batam untuk warga negara Singapura. Hal itu guna mengembangkan sektor properti Indonesia.

"Sifat dari KEK adalah kekhususan itu, sehingga kenapa tidak kita manfaatkan dalam rangka pengembangan properti," kata Djan Faridz dalam siaran pers di Jakarta, Senin (23/4/2012).

Djan Faridz: BPD jadi Penjamin Kredit MBR

“Karena sasarannya adalah masyarakat yang nonbankable jadi cara pembayarannya pun berbeda-beda untuk setiap kelompok tergantung dari penghasilan yang mereka dapatkan. Seperti pedagang kaki lima yang bisa dikatakan akan sanggup membayar KPR harian, tukang kayu dan batu secara mingguan, dan kemungkinan ada yang sanggup membayar secara bulanan”
Djan Faridz.
 
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera)  terus mengembangkan kebijakan pembiayaan KPR  lewat FLPP. Hal ini dilakukan agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat mengaksesnya dengan mudah.  Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan Kemenpera saat ini tengah mematangkan konsep pembentukan Lembaga Penjaminan Kredit untuk Masyarakat Nonbankable. “Lembaga penjamin kredit ini akan dibentuk khususnya untuk masyarakat yang nonbankable agar dapat mengakses kredit kepemilikan rumah murah”, ujar Djan Faridz ditengah-tengah Media Gathering bersama Forwapera yang dilaksanakan di Cipayung, Bogor (20-21/4).

Makassar: Bank Panin Salurkan KPR 1,7 Triliun

Program Super Bonanza yang ditawarkan Bank Panin Makassar memberikan dampak positif terhadap penambahan nasabah sekitar 15%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) saat ini mencapai Rp3,7 triliun.

 Sementara untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saat ini mencapai Rp1,7 triliun.

BUNGA KPR Murah, Minat Akan Properti Diprediksi Tinggi

Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tercatat paling murah sepanjang sejarah. Bahkan telah menyentuh angka 8%. Atas patokan bunga KPR ini membawa minat tinggi masyarakat dalam membeli properti. 

“Dulu suku bunga sebelum krisis, tahun 1996 mencapai 18%. Waktu krisis bahkan mencapai 40% lebih. Kini makin lama terus turun, mencapai 8%. Luar biasa sekali,” kata Direktur Ray White Indonesia, Sari Dewi, Senin (23/4/2012).

Minggu, 22 April 2012

Konsumen Lokal Kondominium Sewa Terus Meningkat

Subsektor kondominium sewa memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 3,6 bila dibandingkan dua subsektor lainnya, yakni apartemen servis dan apartemen khusus sewa. 

Minat penyewa lokal untuk menghuni kondominium sewa atau apartemen strata title yang disewakan terus meningkat. Dominasi ini terjadi sejak kuartal 4 tahun 2011 lalu dan berlanjut sampai kuartal I tahun ini.

BMT merambah KPR

Baituttamwil Tamzis memberikan layanan baru bagi pesertanya. Koperasi berbasis syariah ini mengeluarkan produk baru berupa pembiayaan konsumtif, yaitu pembiayaan di sektor KPR, kendaraan bermotor, pendidikan, dan kesehatan.

Sejak berdiri hingga tahun lalu Tamzis tidak melayani pembiayaan konsumtif seperti rumah dan kendaraan bermotor. Namun tahun ini koperasi syariah yang berbasis di Wonosobo tersebut memutuskan untuk menambah produk layanannya.

"Kami baru mulai membuka pembiayaan konsumtif tahun ini," kata CEO Permodalan Baituttamwil Tamzis, Saat Suharto, kepada Republika, Ahad (22/4).

Makassar: Rumah rakyat tetap mahal karena FLPP bebani pengembang

Program Fasilitas Likuitas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diluncurkan pemerintah dianggap memberatkan pengembangan perumahan atau pengusaha properti.

Pasalnya, setiap pengembang harus membangun harga rumah untuk ukuran minimal tipe 36 dengan harga Rp70 juta dengan luas tanah minimal 90 meter persegi. Hal tersebut dianggap tidak seseuai dengan harga bahan bangunan dan harga lahan.

Direktur PT Primera Fortuna, Muh Suyuti Thamrin SE, pengembang perumahan Mula Rezki, menuturkan, FLPP yang diluncurkan pemerintah untuk mengkompromikan rumah untuk rakyat tidaklah begitu tepat, sebab tidak semua pengembang perumahan memiliki modal yang sama besarnya. Apalagi mengingat harga bahan bangunan, khususnya lahan terus mengalami kenaikan di setiap bulannya.

BNI Salurkan KPR Senilai Rp1,8 Triliun Dalam 3 Bulan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sudah mengucurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 1,8 triliun selama 3 bulan pertama pada 2012. Pertumbuhan KPR tersebut didorong oleh rendahnya bunga yang rata-rata sebesar 9 persen BNI juga tengah memberikan promo bunga murah 7 persen fixed selama satu tahun. "Pertumbuhan KPR selama 3 bulan mencapai Rp 1,8 triliun. Total kredit KPR mencapai Rp 19,8 triliun," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto di, Jakarta, Kamis (5/4).

Darmadi mengatakan, BNI menyediakan beberapa program. Salah satunya adalah KPR murah karena bunganya hanya 7 persen. BNI kini memang tengah mengadakan promo suku bunga KPR 7,49 persen selama satu tahun. Padahal di tataran itu, rata-rata KPR keseluruhan bunganya berada di kisaran 9 persen.  "Tergantung programnya. Ya,  kalau bunga sekitar 7 persen ada fixed satu tahun. Kalau di rata-ratakan 9 persen," katanya.

Agung Podomoro ikut juga kembangkan kawasan industri di Karawang

PT Agung Podomoro Land Tbk terus memperluas bisnis propertinya di katagori kawasan industri. Perseroan memastikan akan mengembangkan kawasan industri di Karawang, Jawa Barat.

Pihak menajemen telah membuat perjanjian pengikatan jual beli saham dalam rangka akuisisi 55% saham di PT Sumber Air Mas Pratama (SAMP) senilai Rp 216 miliar. PT Sumber Air Mas Pratama memiliki 342 hektar tanah di Karawang Barat, Jawa Barat, yang akan disiapkan untuk kawasan industri.

Presiden Direktur dan CEO Agung Podomoro Trihatma Kusuma Haliman mengatakan permintaan untuk kawasan industri di Indonesia terus meningkat. Hal ini menjadi pertimbangan perseroan untuk mengambil bagian dalam sektor yang cukup 'seksi' ini.


Djan Faridz ajukan syarat pengembang KEK harus bangun 20% untuk MBR

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) mendukung kepemilikan rumah bagi orang asing diperpanjang masa sewanya. Ia berjanji akan memperjuangkan hal ini dengan mengajukan syarat kepada para pengembang.

"Asalkan para pengembang mau membangun 20 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah yang sama," kata Menpera Djan Faridz kepada wartawan di Bogor, Jumat (20/4/2012) malam.

Djan Faridz mengatakan, selama ini pengembang bersemangat meminta pada pemerintah agar keran kepemilikan properti untuk asing untuk dibuka. Namun, ketika diminta peran sertanya membangun hunian bagi rakyat nyatanya cukup sulit terealisasikan.

Djan Faridz: Orang Asing boleh miliki properti di Batam dengan Hak Sewa 60 tahun

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mendukung kepemilikan rumah bagi warga negara asing diperpanjang hak sewanya sampai 60 tahun.

Hak sewa rumah untuk asing ini diperuntukkan khusus di tiga kawasan ekonomi khusus (KEK), yakni Batam, Bintan, dan Karimun.

"Karena sifat dari kawasan ekonomi khusus, kenapa tidak kita manfaatkan saja kekhususan tersebut dalam rangka perkembangan properti," kata Menpera Djan Faridz kepada wartawan di Bogor, pada Jumat (20/4/2012) malam.

Menurut Djan Faridz, dengan memperlama sewa kepemilikan asing di Batam, Bintan, dan Karimun akan menjadikan tiga kawasan ini seperti "Singapura Kedua". Ia mengakui, dari ketiga kawasan tersebut, Batam akan dikembangkan lebih dulu dengan target market orang-orang Singapura.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari