AB Property

AB Property didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi tepat dan terpadu di bidang property.


Jumat, 09 Maret 2012

Menepis Apersi: Cuma Rp25juta/unit. Ingin Bangun Rumah Murah, Hubungi Orang Ini

Umar Sumadi di depan Rumah Murah karyanya
(Foto: Nur Januarita Benu/Okezone)
Untuk pengembang yang berniat membangun rumah murah seharga Rp25 juta ini, dapat langsung datang dan menghubungi Umar Sumadi di kantor Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Contoh rumah murah tersebut dan kerangkanya juga terdapat di halaman kantor Kemenpera dan dapat ditinjau langsung.

Umar Sudmadi adalah penemu rumah dengan sistem cetak ini di bawah bendera PT Grand Wijaya Palembang. Total sudah sekira 4.000 unit rumah yang dibangunnya di berbagai daerah, mulai dari Palembang, Aceh, hingga Tangerang, dan lain-lain.

Apersi: Pengembang Tak Mampu Bangun Rumah Murah

Program rumah murah yang dicanangkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) ternyata tidak dengan serta merta membawa angin segar bagi masyarakat. Pasalnya, pihak pengembang merasa keberatan dengan adanya persyaratan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pembangunan (FLPP) yang tidak diperbolehkan untuk bangunan rumah di bawah tipe 36.

"Kami bukannya tidak mendukung program ini. Tapi, kami sebagai pengembang sangat keberatan dengan Peraturan Menteri Perumahn Rakyat No.4 Tahun 2012 tentang persyaratan FLPP yang tidak boleh diberlakukan pada rumah di bawah tipe 36," kata Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (APERSI) Eddy Ganefo, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Jumat (9/3/2012).

Cara Beli Rumah Murah

Rumah cetak murah tipe 36 (Foto : Nur Januarita Benu/Okezone)
Melalui program rumah murah tipe 36 senilai Rp25 juta dengan total Rp70 juta (plus tanah) yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), tentu menjadi angin segar bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki hunian yang layak dan milik pribadi yang sah.

Namun, mungkin masih banyak orang yang bertanya-tanya meneganai cara untuk memperoleh rumah murah tersebut. Menurut Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, cara untuk mendapatkan rumah murah ini sama saja dengan mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) pada umumnya.

Rakyat Miskin Malah Susah Dapat Rumah Subsidi

Salah satu rumah gubuk di Sumbawa Barat (Foto: Dok. Kemenpera)
JAKARTA - Penurunan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pembangunan (FLPP) menjadi 7,25 persen digadang-gadang Kementerian Perumahan Rakyat sebagai sebuah prestasi yang berhasil dicapai pemerintah. Namun, hal tersebut ternyata tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap pemberian rumah subsidi bagi rakyat.

"Suku bunga FLPP dari dahulu enggak ada masalah. Yang terjadi saat ini, rakyat semakin dibatasi kesempatannya dalam memperoleh rumah yang disubsidi. Itu karena atturan-aturan yang dibuat oleh Menpera sendiri," kata Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) kepada okezone, di Jakarta, Jumat (9/3/2012).

Daftar Lokasi Pembangunan Rumah Sangat Murah


Penandatangan MoU Menpera-Menteri DPT (Foto: dok.Kemenpera)
JAKARTA - Pemerintah siap membangun 12 ribu yang akan disebar di 200 lokasi, yang seluruhnya termasuk daerah tertinggal selama 2012. Sesuai dengan anggaran Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang tersedia, rencananya akan dibangun sebanyak 60 ribu rumah selama tahun ini dan sebagian di antaranya diperuntukkan bagi daerah tertinggal.

"Meskipun angka tersebut masih sangat jauh dari total kebutuhan perumahan yang mencapai 4,6 juta unit di seluruh Indonesia," ujar Menpera Djan Faridz di Jakarta, seperti dilansir dari situs Kemenpera, Selasa (6/3/2012).

Pengembang: Segera Realisasikan Rumah Murah & Cantik

Pengembang dengan Kementerian Perumahan Rakyat masih beda pendapat soal rumah murah tipe 36 seharga Rp 70 juta yang bisa dibangun di pinggiran Jakarta. Bagi Kemenpera, rumah dengan luas bangunan 36 m2 bisa terwujud asalkan pengembang tak ambil untung banyak.

Pelaku bisnis properti justru apatis akan janji Menpera Djan Faridz, bahwa pemerintah akan memberi insentif berupa pembebasan perizinan, penyambungan listrik dan instalasi air.

Papua: Bank Papua Pasarkan KPR dengan Suku Bunga Rendah

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Timika menjadi daya tarik bagi Divisi Bisnis Bank Papua untuk memasarkan produk kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan harga yang terjangkau dan suku bunga rendah.

Divisi Bisnis Bank Papua Edy Tamtomo di Timika, Kamis mengatakan melalui produk KPR yang ditawarkan, konsumen berkesempatan memiliki rumah tinggal, rumah sewa, rumah toko (ruko) dan lainnya sesuai kebutuhan dan plafon kredit yang tidak terbatas.

Selasa, 06 Maret 2012

40.000 Rumah Yang Tidak Terjual diikutkan KPR Komersial

Pengembang akan menyiasati 40.000 rumah yang terlanjur terbangun dan tidak dapat terjual melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau KPR subsidi. Agar tetap terserap masyarakat, rumah-rumah ini akan diikutkan KPR komersial namun dengan bunga bersahabat.

"Kita sedang kumpulin calon konsumen yang sebelum sudah menyatakan minat beli (rumah). Kita akan bicara, rumah tidak bisa ikut FLPP dengan kebijakan baru," kata Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, Kamis (1/3/2012).

REI: Tanah Jawa Masih Terlalu Mahal Untuk Rumah Murah Tipe 36

Real Estate Indonesia (REI) masih optimistis para pengembang yang menjadi anggotanya dapat membangun rumah subsidi tipe 36 dengan harga jual Rp 70 juta. Namun untuk hadir di Jawa, kelihatannya sulit. Mengingat besaran biaya pembebasan tanah yang jauh melebihi batas.

"Kita masih optimis, bisa dibangun. Kalau masih bisa terjangkau untuk masyarakat di luar Jawa," kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso, Jumat (2/3/2012).

Untuk mengetahui lebih jauh, REI berharap pemerintah mengeluarkan indeks kemahalan konstruksi. Dalam indeks tersebut, akan tergambar rinci besaran biaya konstruksi pada setiap wilayah di Indonesia.

Senin, 05 Maret 2012

Makassar: Biaya Perizinan Picu Kenaikan Harga Rumah

MAKASSAR, UPEKS-- Harga properti di Kota Makassar, pada triwulan IV-2011 dibandingkan triwulan IV-2010 tumbuh sebesar 6,0%. Hal ini tercermin pada nilai Indeks Harga Property Residential triwulan IV-2011 menjadi 184,2, sebelumnya 173,7 pada triwulan III-2011.
Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia (BI) Makassar Gusti Raizal Eka Putra, dari sisi tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada seluruh tipe rumah dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tipe rumah menengah sebesar 9,9% (yoy), disusul tipe rumah kecil (6.2%) dan tipe rumah besar (2,1%) dengan Indeks Harga Properti Residential masing-masing tipe sebesar 188,9, 216,0 dan 151,9.

Minggu, 04 Maret 2012

KPR: Solusi untuk Membeli Rumah

Ilustrasi
PENYALURAN kredit kepemilikan rumah (KPR) saat ini semakin gencar dipromosikan pihak perbankan. Kerja sama dengan para pengembang serta penawaran beragam suku bunga rendah pun ditawarkan perbankan.

Bagi konsumen dengan kemampuan finansial tinggi, membeli rumah tidak menjadi masalah. Namun, untuk sebagian konsumen dengan kemampuan finansial menengah, membeli rumah adalah hal yang berat. KPR saat ini menjadi solusi bagi nasabah atau konsumen yang ingin memiliki rumah.

Sabtu, 03 Maret 2012

Masalah-Masalah yang Sering Dialami oleh Pembeli Properti

Perlindungan konsumen properti, terutama bagi pembeli rumah di Indonesia, dinilai masih sangat lemah. Hal ini karena sistem transaksi dan aturan hukum yang berlaku belum berpihak pada konsumen.
Pakar hukum properti, Erwin Kallo, mengatakan, setidaknya ada empat masalah umum yang paling sering dialami konsumen di Indonesia. Yakni, serah terima yang mundur, masalah spesifikasi bangunan, sertifikasi, dan balik nama yang lama di notaris.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Properti

Custom Search

Ir. Andreas Siregar

Konsultan Properti

Pendiri AB Property

Tenaga Pengajar pada

PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY

Follow Twitter @penilaipublik untuk Tips & Konsultasi Properti

Aditya Budi Setyawan

Pendiri AB Property (Partner) ✉absetyawanwassuccess@live.com

☎ 0878787 702 99

085 7755 1819 5

0852 2120 3653

021 444 300 33 (flexi)

BB : 31 789 C84

Facebook Twitter MySpace Blogger Google Talk absetyawan Y! messenger adityabsetyawan
My QR VCard

Cari