JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat, pertumbuhan kredit properti termasuk yang menonjol dan cepat beberapa waktu terakhir.
"Tapi kami belum menganggap itu sudah bubble," ujar Gubernur BI Darmin Nasution, Kamis (12/1).
Merujuk pada data Statistik Ekonom dan Keuangan Indonesia (SEKI) per November 2011, kredit properti dalam rupiah maupun valas tercatat tumbuh 24,53% menjadi Rp 297,35 triliun dibandingkan Rp 238,76 triliun pada periode serupa tahun 2010. Rinciannya, kredit konstruksi sebesar Rp 77,584 triliun, kredit real estate sebesar Rp 42,8 triliun dan kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit pemilikan apartemen (KPA) sebesar Rp 177,492 triliun.
"Tapi kami belum menganggap itu sudah bubble," ujar Gubernur BI Darmin Nasution, Kamis (12/1).
Merujuk pada data Statistik Ekonom dan Keuangan Indonesia (SEKI) per November 2011, kredit properti dalam rupiah maupun valas tercatat tumbuh 24,53% menjadi Rp 297,35 triliun dibandingkan Rp 238,76 triliun pada periode serupa tahun 2010. Rinciannya, kredit konstruksi sebesar Rp 77,584 triliun, kredit real estate sebesar Rp 42,8 triliun dan kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit pemilikan apartemen (KPA) sebesar Rp 177,492 triliun.
























